Blockchain Africa 2022: Melihat Potensi Afrika di Industri Crypto

Anisa Giovanny

5th April, 2022

Blockchain Africa 2022 telah sukses dilaksanakan pada 17-18 Maret lalu, acara ini berhasil menghadirkan 57 pembicara dan 1964 peserta.

Dalam acara yang berlangsung dua hari ini berbagai topik yang ada di industri crypto dibahas oleh para ahli, utamanya mengenai perkembangan cepat teknologi blockchain dengan fokus pada integrasinya ke dalam masyarakat, institusi, dan organisasi.

Acara hari pertama turut membahas alasan blockchain dan cryptocurrency berkembang pesat di Afrika, Menurut Misha Lederman, Direktur Komunikasi di Kelever, ada berbagai alasan praktis tentang hal tersebut.

Beberapa di antara adalah populasi Afrika yang sedang bertumbung, konektivitas yang tersebar luas, dan adanya fenomena adopsi teknologi untuk meraih kebebasan individu.

“Blockchain tidak mengenali garis suku atau perbatasan nasional. Alih-alih, crypto memberi kami alat untuk menjembatani dan menghubungkan komunitas, untuk berbagi nilai dan ide lintas batas, dan memberdayakan generasi baru suara muda Afrika, “ katanya.

Dalam sesi ini juga dibahas mengenai revolusi bank yang dilakukan di Afrika karena adanya teknologi blockchain.

“Teknologi Blockchain semakin memajukan pertumbuhan sosial-ekonomi untuk e-commerce dan kewirausahaan di Afrika dan seluruh dunia. Adopsi teknologi blockchain dan cryptocurrency menawarkan banyak pilihan dan skalabilitas kepada pengguna untuk kemudahan melakukan transaksi bisnis di seluruh benua Afrika.” Dr Edward Obasi, COO di DafriGroup PLC.

Dr Obasi berbicara tentang bagaimana teknologi blockchain telah diterima secara luas secara global karena kasus penggunaannya yang luar biasa dan kecepatan memfasilitasi transaksi pembayaran lintas batas.

“DafriBank dan DafriXchange merintis transaksi fiat ke kripto menggunakan jaringan peer-to-peer. DafriGroup melihat teknologi blockchain sebagai alat baru yang dapat membantu membangun kembali sistem keuangan Afrika yang tidak efektif dan memperkuat perdagangan antarbenua,” katanya.

Selain dua materi itu, masih ada tujuh materi lainnya yang diulas dalam acara hari pertama.

Selengkapnya dapat kamu temukan di blockchain Africa 2022.

Benua Afrika yang Haus Akan Sistem Baru

Hoskinson percaya pada peluang dan potensi besar untuk implementasi teknologi blockchain di Afrika dan bahwa benua itu haus akan sistem baru.

“Afrika adalah benua yang haus akan sistem baru. Ini adalah benua yang ingin membayangkan kembali bagaimana semuanya bekerja. Ini adalah benua yang haus akan cara baru untuk memverifikasi berbagai hal. Rasanya sangat cocok untuk apa yang kami lakukan sebagai sebuah industri.”

Charles tidak hanya percaya pada peluang yang tersedia untuk Afrika melalui penerapan teknologi blockchain, tetapi dia juga melihat manfaat dari berinvestasi di benua itu.

Baca juga: Charles Hoskinson, Founder Cardano Hadir di Blockchain Africa 2022

Teknologi Blockchain pun turut membuka pintu yang memberikan akses ke dunia yang sebelumnya tidak dapat diakses oleh jutaan orang di Afrika, menginspirasi kewirausahaan dan inovasi.

“Yang menakjubkan adalah bagaimana industri ini telah menginspirasi pengusaha Afrika. Beberapa yurisdiksi dengan pertumbuhan tercepat di dunia adalah negara-negara Afrika. Di Nigeria, misalnya, orang-orang melihat bagaimana kripto dapat menjadi uang yang unggul, penyimpan nilai, dan media yang luar biasa untuk membangun bisnis berbasis e-niaga, “ katanya.

Hoskinson pun menyoroti populasi muda dan dunia digital di Afrika yang bisa meminimalisir kesenjangan keterampilan dan pengetahuan.

Charles menutup pidato utamanya dengan alasan di balik penciptaan Cardano, ia berharap Cardano dapat memberikan profil trade-off terbaik untuk melestarikan kebebasan dan tetap skala untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dunia.  

Baca juga: Bagaimana Rencana Cardano pada 2022? Ini Kata Charles Hoskinson

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency