Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 5 min read

Blast, sebuah jaringan skala Ethereum layer-2 dari pendiri marketplace NFT Blur, telah meluncurkan mainnet-nya, (29/2).
Salah satu daya tarik utama dari Blast adalah peluang untuk mendapatkan imbal hasil yang menarik, mencapai hingga 5% per tahun untuk Ether dan stablecoin, yang dihasilkan dari ETH yang dipertaruhkan dan United States Treasury Bills (T-Bills) yang dikelola oleh MakerDAO.
Usai peluncuran ini sekitar US$400 juta Ether ditarik oleh para pengguna Blast yang telah mengunci aset mereka selama beberapa waktu. Penarikan ini membuat TVL di Blast yang sebelumnya bernilai US$2,27 miliar turun 17,5% menjadi US$1,87 miliar, menurut data DeFiLlama.
Jika dilihat dari penarikan ETH yang hanya US$400 juta, nampaknya masih banyak pengguna Blas yang mengunci token merek untuk memanfaatkan aplikasi dan protokol ditambah hadiah staking yang berkelanjutan dan manfaat airdrop di masa depan.
Blast sendiri akan memberi pengguna “poin airdrop” pada bulan Mei, yang berkaitan dengan peluncuran token di masa depan di sekitar jaringan penskalaan. Ini bersaing dengan scaler Ethereum lainnya seperti Arbitrum, Optimism, Base, dan Polygon.
Baca juga: Layer-2 Blast Raih TVL Fantastis Meski Dibalut Kontroversi
Blast sebelumnya dikritik oleh Dan Robinson, kepala penelitian di Paradigm yang menulis dalam postingan X November mengenai cara Blast yang tidak mengizinkan ETH ditarik selama tiga bulan.
Menurut Robinson cara blast hanya berupa pemasaran yang merendahkan kerja tim yang serius dan Paradigm tidak mendukung taktik semacam ini.
Sementara itu, Blast juga telah melihat dugaan exit scam pertama pada 26 Februari melalui proyek perjudian bernama RiskOnBlast. Menurut Arkham Intelligence, saldo RiskOnBlast telah menjadi nol setelah dana tersebut tampaknya telah disedot pada 25 Februari.
ETH senilai US$1,25 juta untuk token pra penjualan yang disebut RISK, yang dimulai pada 22 Februari telah diubah menjadi DAI dan dikirim ke ChangeNOW, pertukaran kripto tanpa kustodian.
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.