Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 6 min read

Meski menghadapi tantangan teknis dan beberapa kritikan, staking layer-2 Blast telah menembus total nilai terkunci (total value locked, TVL) sebesar US$811 juta.
Protokol “layer-2” Blast telah mencapai total nilai yang terkunci (TVL) sebesar US$811 juta (11/12/23), hanya beberapa pekan setelah peluncurannya pada 22 November 2023, dengan kenaikan sebesar 26,5% dalam tujuh hari terakhir menurut data dari DefiLlama.

Di balik pertumbuhan yang cepat, Blast adalah protokol dengan model bisnis yang unik. Protokol ini merupakan solusi scaling untuk jaringan Ethereum dan menawarkan imbal hasil kepada pengguna yang melakukan staking pada dana mereka. Pengguna yang melakukan staking diproyeksikan mendapatkan imbal hasil sebesar 4% per tahun.
Baca juga: Apa Itu Staking Crypto? Panduan Lengkap untuk Pemula
Namun, kemunculan protokol ini disertai dengan tantangan keamanan. Pada 30 November 2023, Blast mengungkapkan bahwa terdapat pengguna yang melakukan staking pada protokol dan kehilangan sekitar US$100.000 setelah mengkonversi deposit menjadi DAI.
Masalah ini disebabkan oleh parameter slippage yang salah konfigurasi pada user interface pengguna, sehingga Blast mengkompensasi pengguna tersebut sebesar US$10.000.
Kompensasi sebesar 10% ini akan berasal dari sebagian modal US$20 juta milik Blast yang dikumpulkan dari investor seperti Paradigm. Namun, hubungan Blast dengan Paradigm juga menghadapi tantangan tersendiri.
Pada akhir November 2023, kepala riset Paradigm, Dan Robinson, menyampaikan pesan yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap strategi Blast yang meluncurkan bridge sebelum jaringan layer-2-nya aktif.
Baca juga: Layer-2 Mirip Ponzi, Blast Raih TVL US$358 Juta
Blast berencana merilis testnet dan melakukan airdrop untuk para developer pada bulan Januari 2023, sementara airdrop untuk pengguna diberikan ketika mainnet-nya tersedia yang diperkirakan pada bulan Februari 2023.
Hal menarik lainnya yang patut diperhatikan adalah, belum ini adalah ketiadaan fungsi penarikan. Pengguna yang menyetor dan melakukan staking pada Blast percaya bahwa tim akan menambahkan fitur penarikan suatu saat dalam beberapa bulan mendatang, ketika mainnet diluncurkan.
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.