Berita Blockchain · 7 min read

Layer-2 Mirip Ponzi, Blast Raih TVL US$358 Juta

Jumat, 24 November 2023
BLAST
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Sejak tiga hari diluncurkan, layer-2 Blast berhasil menarik perhatian komunitas kripto dengan meraih total nilai terkunci (total value locked, TVL) US$358 juta.

Blast Raih TVL US$358 Juta

Layer-2 baru, Blast, menawarkan imbal hasil dari ETH dan stablecoin yang didepositkan melalui bridge sekaligus memberikan kesempatan pengguna untuk memperoleh poin yang nantinya dapat ditukarkan untuk airdrop token BLAST yakni token native dari Layer-2 Blast.

Proyek ini didukung oleh dua VC yakni Paradigm dan Standard Crypto serta beberapa angle investors sekaligus influencer kripto populer di platform X seperti Degen Spartans dan Andrew Kang.

blast steth
Gambar: Top 5 holder stETH. Sumber: Etherscan

Terhitung sejak tiga hari setelah smart contract deposit diluncurkan, Blast telah memperoleh TVL sebesar US$358 juta yang terdiri dari ETH dan DAI. Ini menjadikan Blast sebagai layer-2 dengan TVL terbesar kelima, setelah zkSync.

Blast menggunakan protokol liquid staking Lido untuk menghasilkan imbal hasil dengan total sekitar 148.000 stETH atau US$306,5 juta yang telah didepositkan pengguna. Ini menjadikan Blast sebagai pemegang stETH nomor tiga terbesar.

Mirip Seperti Ponzi

Terlepas dari menariknya proyek ini, beberapa komunitas kripto juga mengkritisi proyek karena berpotensi skema ponzi. Hal ini karena mekanisme yang mengharuskan menggunakan kode undangan untuk berpartisipasi, secara tidak langsung harus ada yang menyebarkan kode undangan agar semakin banyak pengguna berpartisipasi.

Pemburu airdrop populer di platform X, @OlimpioCrypto telah membuat publikasi mengenai Blast dan menyatakan “Banyak tokoh telah mengkritik Blast bahkan menyebutnya sebagai skema Ponzi. Blast menggunakan metodologi ring di mana hadiah referal terakumulasi. Saya bukan penggemar mekanisme seperti itu.”

Selain dari skemanya yang dikritisi sebagai ponzi, nyatanya Blast hanyalah sebuah smart contract dan bukan sebuah chain layer-2. Hal ini diungkapkan oleh engineer Polygon, Jarrod Watts, dalam sebuah postingan menyebutkan bahwa “Ini adalah smart contract dengan 3/5 multi signature, bukan layer-2. Tidak ada testnet, tidak ada transaksi, tidak ada bridge, tidak ada rollup, dan tidak ada pengiriman data transaksi ke Ethereum.”

Jadi bagi pengguna yang hendak mencoba melakukan deposit menuju Blast, mungkin dua hal di atas dapat menjadi pertimbangan sebelum melakukan deposit. Perlu dicatat bahwa dana yang telah disetorkan tidak dapat ditarik hingga mainnet Blast diluncurkan sekitar Mei 2024.

Baca juga: Baru Tiga Pekan Rilis Friend.Tech Mulai Sepi Peminat, Transaksi Turun 93%

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Ary Palguna

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.