Bitcoin Sisa Dua Juta Lagi untuk Ditambang, Bagaimana Nasib Miner?

Anisa Giovanny

3rd April, 2022

Bitcoin ke 19 juta resmi ditambang pada Jumat, angka tersebut merupakan tonggak penting bagi aset buatan Satoshi Nakamoto tersebut.

Soalnya, jumlah Bitcoin hanya 21 juta dan tidak akan bertambah lagi, dengan jumlah Bitcoin yang kini sudah ditambang.

Artinya hanya tinggal dua juta lagi yang masih tersimpan dan berusaha didapatkan oleh para miner di seluruh dunia.

Hasil tersebut juga menandakan 13 tahun sejak keberadannya, lebih dari 90% Bitcoin telah bereda di berbagai wallet, bursa, perusahaan, dan sebagainya.

Meski semakin sedikit jumlahnya tetapi aset digital dengan prinsip kriptografi itu tidak akan segera habis, ia diprediksi baru akan selesai ditambang para miner pada 2140. Hal tersebut disebabkan karena ada mekanisme halving.

Baca juga: Mining Bitcoin, Pengertian, Cara Kerja, dan Alternatif Mining

Halving adalah pengurangan setengah imbalan untuk para miner yang terjadi empat tahun sekali.

Halving terbaru terjadi pada 2020 yang membuat hadiah untuk menambang satu blok Bitcoin adalah 6,25 BTC.

Dalam kebanyakan kasus, hadiah dibagikan di antara setiap peserta yang menyumbangkan daya komputasi menuju kumpulan penambangan.

Halving Bitcoin berikutnya diproyeksikan untuk 2 Maret 2024, di mana hadiah untuk menambang satu blok turun menjadi 3,125 BTC.

Acara halving ini akan berlanjut hingga hadiahnya hanya 0,00000001BTC per blok, yang diperkirakan akan terjadi dalam 100 tahun mendatang.

Komunitas crypto juga berpendapat bahwa kelangkaan Bitcoin berikutnya akan membantu mendorong harga aset lebih tinggi, dengan beberapa memperkirakan harga dasar $1 juta.

Banyak yang bahkan percaya bahwa aset tersebut dapat menjadi aset cadangan global yang akan mendorong adopsinya ke tingkat yang lebih tinggi.

Begini Nasib Para Miner Selanjutnya

Bitcoin yang mencapai batas pasokan atasnya kemungkinan akan memengaruhi miner Bitcoin, tetapi bagaimana pengaruhnya sebagian bergantung pada bagaimana Bitcoin berkembang sebagai mata uang kripto.

Jika blockchain Bitcoin pada tahun 2140 memproses banyak transaksi, maka penambang Bitcoin mungkin masih dapat menghasilkan keuntungan hanya dari biaya pemrosesan transaksi.

Jika Bitcoin pada tahun 2140 sebagian besar berfungsi sebagai penyimpan nilai, bukan untuk pembelian harian, miner dapat membebankan biaya transaksi yang tinggi.

Baca juga: Apa itu dan Cara Menjadi Miner Bitcoin

Biaya tersebut digunakan untuk memproses transaksi bernilai tinggi atau sejumlah besar transaksi, dengan blockchain “lapisan 2” yang lebih efisien seperti Lightning Network yang bekerja bersama dengan blockchain Bitcoin untuk memfasilitasi pengeluaran bitcoin harian.

Jika itu pada 2140 maka untuk tahun ini ketika masih ada Bitcoin yang bisa ditambang, maka persaingan untuk memperoleh Bitcoin akan semakin sengit.

Para miner juga harus bekerja cerdas dan ekstra agar kegiatan mining yang mereka lakukan bisa menguntungkan.

Baca juga: Ini yang Terjadi Ketika Bitcoin Selesai Ditambang

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency