Bitcoin Kembali Bearish? 5 Hal Yang Harus Diperhatikan Minggu Ini!

Rossetti Syarief

13th September, 2021

Bitcoin (BTC) memulai minggu baru dalam jurang yang curam. Bagaimana tidak, para investor sudah di bawa ke awan dengan harga Bitcoin yang berhasil memecahkan rekor beberapa minggu lalu.

Namun kini, harga Bitcoin hanya di bawah kisaran $45.000 saja. Harga tersebut bahkan di bawah harga rata-ratanya. 

Akhir pekan kemarin, BTC menghasilkan sedikit perubahan paradigma. Oleh karena itu, kami merangkum 5 hal yang dapat membantu kamu dan para trader lainnya untuk mengantisipasi langkah selanjutnya.

Saham Rebound

Saham diperkirakan akan berkinerja lebih baik minggu ini setelah tekanan jual menambah akibat harga Bitcoin yang menurun.

“Kami akan mengusahakan dan mengharapkan ekuitas untuk bangkit minggu ini. Kami secara optimal akan memberikan sedikit kelegaan untuk Bitcoin. Namun perlu diingat, dunia masih melihat Bitcoin sebagai risiko pada aset. Hampir setiap koreksi Bitcoin pada tahun 2021 berkorelasi dengan koreksi S&P500 sebesar -2% atau lebih.” Ungkap Charles Edwards, CEO sekaligus manajer investasi Capriole.

Hubungan keseluruhan BTC dengan tren makro juga semakin dipertanyakan selama setahun terakhir ini. Meski begitu, terpaan badai pada sistem terus mempengaruhi naik dan turunnya harga.

Hal tersebut sama dengan apa yang dibuktikan oleh pertemuan puncak virtual Federal Reserve Jackson Hole, pada awal September yang lalu.

Harga Spot Merosot Lebih Jauh Di Bawah Metrik Bullish

Menurut perkiraan, pergerakan makro bisa menjadi pemecah kesepakatan dalam hal lintasan harga BTC minggu ini.

Setelah berputar tak menentu selama akhir pekan, hari Minggu ini kita bisa sama-sama melihat volatilitas Bitcoin yang tergelincir di bawah $45.000.

Dengan trader spot yang melakukan perlindungan lebih banyak sisi negatifnya, bisa dibilang tidak ada perbedaan yang lebih besar antara metrik on-chain, fenomena adopsi, dan harga.

“Likuiditas stablecoin meningkat, bitcoin di bursa mencapai level terendah selama 3 tahun,” CEO Moskovski Capital Lex Moskovski, merangkum.

Moskovski kemudian menambahkan bahwa pasar makro memang memulai minggu ini di zona hijau. Stablecoin juga tidak digunakan sebagai jaminan korslet untuk membuat argumen bullish yang jelas.

Menurut laporan, saat ini BTC bekisar $43.000 dan $38.000 sebagai harga potensial. Rebound dari level tersebut masih memungkinkan terjadi meskipun jauh di bawah rata-rata pergerakan yang penting.

September secara historis merupakan bulan berkinerja buruk untuk Bitcoin, dengan demikian prediksi harga menaiknya BTC diperkiraan dimulai pada bulan Oktober mendatang.

BTC masih bisa mencapai 100k pada akhir tahun.

Menelik Balik 2017

Tidak semua malapetaka dan kesuraman terjadi bulan ini. Ketika trader merasa sangat terpuruk pada fenomena September, alangkah baiknya kita bersama-sama menelik balik di tahun 2017.

Menurut data dari platform perdagangan Decentrader, minggu ini menandakan bahwa BTC pada tahun 2021 masih di jalur untuk tahun setelah subsidi blok berkurang separuh.

Bagan tersebut menunjukkan sejauh mana kemenangan penambang May membalikkan kemajuan. 

Sebelumnya, antara tahun 2013 dan 2017, Bitcoin kemudian turun untuk membentuk paradigma baru yang lebih rendah di bulan September, sebuah tren yang akhirnya berlanjut.

Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, fenomena “double top” tetap menjadi taruhan analis tentang bagaimana Bitcoin akan melengkapi 2021, seperti pada 2013 dan 2017.

All-time High Yang Baru

Fitur yang membedakan lingkungan penurunan harga minggu lalu dari yang sebelumnya adalah perilaku investor. DIsini, semua orang terus membeli.

Tidak seperti kepanikan selama episode Maret 2020, minggu lalu terlihat kelebihan pasokan dibuang ke pasar oleh spekulan yang dengan penuh semangat dibeli oleh tangan yang lain.

Menurut ahli statistik, Willy Woo, setiap kelas investor Bitcoin telah menambah posisi mereka atau memilih netral melalui turbulensi baru-baru ini.

“Cadangan yang dimiliki secara publik berkurang, terutama pertukaran dan pengurangan ETF sementara perusahaan menambahkan.”

Jika pasokan Bitcoin lebih banyak diminati daripada sebelumnya, data serupa memperkuat poin tersebut. 

Seperti yang dicatat oleh analis William Clemente, minggu lalu tidak banyak berdampak pada pola hodler.

“93% dari pasokan Bitcoin belum bergerak setidaknya dalam sebulan bekalangan ini. Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Hanya metrik lain yang menunjukkan bagaimana dinamika penawaran bullish,” komentar Woo, mengutip data Glassnode.

Crypto Fear & Greed Index

Semuanya berubah untuk mengukur sentimen investor, Crypto Fear & Greed Index, yang minggu ini memposting beberapa data “aneh” tentang perubahan pasar.

Penurunan ke $42.800 memangkas pembacaannya dari “Greed Index” menjadi “Crypto Fear”, zona sentimen yang bertahan hingga hari Minggu.

Namun, saat akhir pekan berakhir, Indeks menambahkan beberapa “Greed Index” baru ke dalam campuran, meskipun aksi harga sebenarnya turun lebih jauh.

Ketika terakhir ditinjau hari Senin ini, Fear & Greed berdiri di 44/100. Terhitung masih di wilayah “Fear”. Sementara BTC diperdagangkan di bawah $45.000.

Dengan demikian, Tingkat pendanaan di seluruh bursa, menjadi sedikit positif, namun tidak mengabaikan kemungkinan “short squeeze” yang meningkatkan kinerja harga.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik