Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 6 min read

Harga Bitcoin (BTC) saat ini berada di titik krusial. Seorang trader memperingatkan bahwa tren bull market bisa resmi berakhir jika harga gagal mempertahankan level psikologis US$100.000.
Dalam postingan di X pada Minggu (31/8/2025), Roman menyebut Bitcoin sempat terkoreksi hingga 15% dari rekor tertinggi di atas US$125.000. Ia menilai target harga kini mengarah turun, dengan potensi uji ulang ke area US$100.000 atau bahkan lebih rendah.
“Kondisi pasar terlihat tidak sehat setelah kita kehilangan tren naik dan level support US$112.000,” tulis Roman. “Zona US$98.000–US$100.000 adalah kunci. Jika jebol, itu akan mengonfirmasi secara resmi bahwa bull run sudah berakhir.”
Roman juga menyoroti tanda-tanda kelelahan pasar pada timeframe lebih panjang, termasuk rendahnya volume perdagangan saat harga tinggi serta adanya bearish divergence pada indikator Relative Strength Index (RSI). Menurutnya, kedua faktor ini memperkuat pandangan bahwa reli Bitcoin mulai kehilangan tenaga.

Menurut data CoinMarketCap, Bitcoin saat ini diperdagangkan di level US$107.800 dengan penurunan lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Harga ini terpaut jauh hingga 13% dari rekor tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada 14 Agustus 2025 di kisaran US$124.457.
Meski begitu, data CoinGlass menunjukkan bahwa BTC/USD hanya turun sekitar 6,49% sepanjang Agustus. Penurunan ini justru lebih baik dibandingkan kinerja empat tahun sebelumnya pada periode yang sama, menandakan pasar masih memiliki daya tahan yang lebih kuat dibanding masa lalu.

Baca juga: Bitcoin Dinilai Terlalu Murah, JPMorgan Pasang Target US$126.000 Akhir 2025
Tidak semua pelaku pasar pesimistis. Trader bernama ZYN menilai bahwa jika level support saat ini bertahan, peluang Bitcoin mencetak rekor harga baru (ATH) dalam 4–6 minggu mendatang terbuka lebar.
“Ini bukan sekadar harapan, tapi struktur pasar,” ujarnya sambil menunjukan grafik RSI mingguan yang memperlihatkan divergensi positif.

Sementara itu, analis kripto Michaël van de Poppe melihat area US$102.000–US$104.000 sebagai titik akumulasi terbaik, bukan alasan untuk keluar dari pasar.

“Dalam jangka pendek memang kita tidak berada dalam tren naik. Tapi bagi saya, ini periode paling baik untuk menambah posisi,” jelasnya.
Baca juga: ETF Bitcoin Spot AS Kini Kuasai Volume Trading Spot BTC Global
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.