Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Exchange · 8 min read

Binance, exchange kripto global terbesar berdasarkan volume perdagangan, mencatat tonggak sejarah baru pada Desember 2025 setelah resmi menembus 300 juta pengguna terdaftar secara global. Di balik pencapaian tersebut, laporan terbaru dari penyedia data aset kripto institusional Kaiko menyoroti satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan Binance secara konsisten, yakni likuiditas.
Dalam laporan yang berjudul Liquidity Flywheel Drives Binance to 300 Million Users, Kaiko menilai bahwa fokus jangka panjang Binance pada kedalaman pasar, kualitas eksekusi, dan ketahanan infrastruktur telah menjadikannya pusat aktivitas perdagangan aset kripto lintas siklus pasar, baik saat pasar bullish maupun ketika menghadapi tekanan.
Baca juga: Binance Salurkan Bantuan Rp4 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
Menurut Kaiko, likuiditas cenderung mengikuti arus perdagangan. Sejak mulai beroperasi pada 2017, Binance menarik partisipasi pasar melalui strategi daftar aset yang cepat, pengembangan pasar berbasis stablecoin, serta sistem eksekusi yang andal. Pendekatan ini mendorong masuknya volume perdagangan, yang kemudian memperdalam likuiditas dan menekan spread transaksi.
Efek berulang tersebut membentuk apa yang disebut sebagai liquidity flywheel. Likuiditas yang semakin dalam menurunkan biaya eksekusi dan meningkatkan efisiensi perdagangan, sehingga menarik lebih banyak trader dan pengguna baru ke platform.
Pada awal peluncurannya, ekosistem exchange kripto masih dihadapkan pada tantangan mendasar, seperti antarmuka lambat, gangguan sistem, dan likuiditas yang terfragmentasi. Binance masuk dengan fokus pada kualitas eksekusi dan akses global. Salah satu keputusan strategisnya adalah menempatkan pasangan perdagangan berbasis USDT sebagai pusat aktivitas pasar, yang secara efektif menyatukan likuiditas lintas wilayah dan sistem fiat.
Di sisi lain, strategi listing yang agresif namun cepat menjadikan Binance sebagai tujuan utama bagi proyek-proyek baru. Seiring meningkatnya minat trader, penyedia likuiditas profesional mulai masuk dengan spread yang semakin ketat.

Siklus ini memperkuat kedalaman pasar dan menjadikan Binance sebagai pusat konsolidasi aktivitas perdagangan, terutama sejak 2019, sebagaimana tercermin dalam data jumlah pasangan perdagangan versi Kaiko.
Baca juga: Karyawan Binance Kena Skors Gegara Pakai Akun X Resmi untuk Promosi Memecoin
Data Kaiko menunjukkan bahwa Binance secara konsisten memimpin exchange terpusat dari sisi likuiditas spot, kedalaman pasar, dan aktivitas perdagangan. Sejak awal operasinya pada 2017, Binance menarik partisipasi pasar melalui daftar aset yang cepat, pasar berbasis stablecoin, serta sistem eksekusi yang stabil. Kombinasi ini mendorong masuknya volume, yang kemudian memperdalam likuiditas dan menekan spread transaksi.

Adapun sejak 2019, pangsa volume global Binance terus meningkat dan relatif stabil di kisaran 60 persen dari total volume spot exchange terpusat.

Skala infrastruktur Binance terlihat jelas pada 1 Desember 2025. Dalam satu hari, Binance memproses sekitar US$20 miliar atau setara Rp320 triliun volume spot melalui 61,9 juta transaksi. Angka ini jauh melampaui exchange global lain, yang pada hari yang sama mencatat volume sekitar US$3–4 miliar dengan jumlah transaksi yang jauh lebih rendah.
Menurut Kaiko, tingginya jumlah transaksi mencerminkan kombinasi basis pengguna ritel global dan strategi eksekusi algoritmik. Kondisi ini memungkinkan spread tetap ketat dan likuiditas terjaga dekat dengan harga pasar, bahkan saat volume meningkat tajam.
Baca juga: Binance Jadi Platform Kripto Terbaik Versi CoinDesk Exchange Benchmark 2025
Kaiko juga mencatat ketahanan order book Binance selama berbagai peristiwa tekanan pasar, termasuk kejatuhan harga, ketidakpastian regulasi, dan fase deleveraging industri. Saat terjadi guncangan, spread memang melebar dan kedalaman sempat menurun, namun pemulihan berlangsung relatif cepat.
Ketahanan ini menunjukkan bahwa penyedia likuiditas profesional tetap aktif di Binance, bahkan dalam kondisi pasar yang tidak stabil. Bagi trader, kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap keandalan eksekusi dan konsistensi perdagangan.
Memasuki fase berikutnya, kejelasan regulasi menjadi faktor pendukung tambahan. Binance memperoleh lisensi Abu Dhabi Global Market (ADGM) pada Desember 2025, yang memungkinkan entitasnya beroperasi di bawah kerangka regulasi Abu Dhabi mulai 5 Januari 2026 sebagai exchange, lembaga kliring, dan broker-dealer.
Menurut Kaiko, kejelasan regulasi cenderung meningkatkan kepercayaan institusional, mendorong arus modal yang lebih stabil, dan memperkuat likuiditas. Dikombinasikan dengan posisi likuiditas Binance yang sudah dominan, perkembangan ini memperpanjang efek jaringan yang telah terbentuk.
Pencapaian 300 juta pengguna mencerminkan pematangan perdagangan aset kripto sebagai aktivitas finansial global yang didukung infrastruktur profesional. Bagi pengguna, likuiditas berperan langsung dalam menentukan kualitas eksekusi transaksi, bukan sekadar harga yang terlihat di layar.
Berdasarkan analisis Kaiko hingga akhir 2025, Binance tetap menjadi salah satu platform dengan likuiditas terdalam dan paling tangguh di ekosistem kripto global, sekaligus menjadi fondasi utama di balik pertumbuhan pengguna yang berkelanjutan.
Baca juga: Binance Tunjuk Yi He sebagai Co-CEO Baru Bersama Richard Teng
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.