Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 7 min read

Di tengah FUD dan kekhawatiran akan Proof of Reserve dan tuntutan Jaksa AS, koin asli, Binance (BNB) mengalami penurunan.
Sebelumnya, laporan dari Reuters Jaksa AS ingin menuntut bursa kripto Binance atas dugaan pencucian uang dan pelanggaran sanksi.
Pada saat penulisan, BNB diperdagangkan $266.45 pukul 16.25 WIB, dan mengalami penurunan 5,46% selama 24 jam terakhir, berdasarkan data CoinMarketCap, Selasa (13/12/2022).
Sementara, data dari DeFiLlama menunjukkan bahwa total nilai yang dikunci dalam protokol DeFi Binance Service Chain (BSC) turun 4,5% selama 24 jam terakhir, bersumber dari Coindesk.
Meskipun BNB telah terbebani oleh koreksi umum pasar kripto dan dampak dari jatuhnya bursa FTX, koreksi terbaru muncul setelah masalah hukum baru yang dihadapi Binance.
Fear, Uncertainty, dan Doubt (FUD) seputar Binance salah satunya disebabkan karena laporan Proof of Reserve (PoR) Binance yang dirilis oleh firma audit Mazars tidak memberikan kepercayaan bagi investor mengenai keuangan Binance.
Menurut banyak investor terdapat kurangnya informasi terkait kualitas kontrol internal dan bagaimana sistem Binance melikuidasi aset untuk menutupi pinjaman margin. Hal ini juga berdampak kepada arus keluar bersih yang keluar dari Binance sebesar US$902 Juta (Rp14 triliun).
Baca Juga: Rp14 Triliun Dana Keluar dari Binance, Menyusul Kecurigaan Proof of Reserve
Angka tersebut hampir sembilan kali lebih tinggi dari Bitfinex, yang memiliki arus keluar bersih tertinggi kedua selama periode tersebut.
Baca Juga: Rp14 Triliun Dana Keluar dari Binance, Menyusul Kecurigaan Proof of Reserve
Laporan Reuters mengindikasikan perpecahan di antara pejabat Departemen Kehakiman (DOJ) atas tuduhan menuntut Binance atas serangkaian pelanggaran, termasuk pengiriman uang tanpa izin, konspirasi pencucian uang, dan pelanggaran sanksi pidana.
Namun, beberapa dari jaksa yang terlibat dalam kasus tersebut percaya bahwa lebih banyak bukti yang perlu dikumpulkan, sebelum kasus pidana dapat diajukan.
Binance telah menyanggah laporan tersebut dengan mencatat bahwa Reuters menyerang tim penegak hukumnya.
Baca Juga: Binance Berpotensi Dituntut, Diduga Lakukan Pencucian Uang
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.