Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Industri · 8 min read

Dalam dokumen terbaru, SEC mengklaim bahwa CEO Binance Changpeng Zhao dan Manajer Keuangan Binance Guangying Helina Chen menyalurkan sejumlah besar uang pelanggan Binance US ke perusahaan Merit Peak melalui perusahaan Key Vision Development Limited.
Merit Peak Limited adalah perusahaan perdagangan aset finansial yang dikontrol Zhao. Perusahaan ini berbasis di Seychelles, lokasi yang populer sebagai wilayah bebas pajak.
Dilansir dari Coindesk, menurut akuntan yang bekerja di SEC, Sachin Verma, berdasarkan analisis forensik ada aliran dana sebesar US$12 miliar (Rp178,632 triliun) dikirim ke Zhao. Kemudian, ada aliran dana pelanggan Binance sebesar US$162 juta (Rp2,41 triliun) ke perusahaan yang dikendalikan oleh Guangying Chen di Singapura.
Menurut SEC, sebagian besar dana yang dikirim ke Zhao dan Chen saat ini berada dalam akun bank luar negeri. Kesaksian Verma akan digunakan dalam proses pengadilan antara SEC dan Binance.
“SEC tidak dapat menentukan mengapa entitas yang dikontrol oleh Zhao berdagang di platform Binance US dan menggunakan dana pribadi Zhao dengan bertindak sebagai akun “pass through” untuk miliaran dolar dana pelanggan Binance, ” ungkap pernyataan dokumen terbaru SEC.
Baca Juga: SEC Minta Pengadilan Bekukan Aset Binance US
Sementara itu, SEC juga telah meminta aset Binance US dibekukan. Mengutip Reuters, keputusan ini diambil SEC karena menemukan aliran dana ke Merit Peak antara 2019 dan 2021 sebesar US$11 miliar (Rp163 triliun) yang dikirim dari Key Vision. Dana itu merupakan bagian dari aset US$22 miliar (Rp327 triliun) yang sebagian besar milik Binance dan afiliasinya di A.S.
Binance US menyatakan bahwa gugatan terbaru yang diajukan SEC tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan didasarkan pada keuntungan litigasi staf SEC semata.
This afternoon, the SEC filed a motion seeking a TRO and preliminary injunction against https://t.co/AZwoBOgsqS attempting to, amongst other things, freeze https://t.co/AZwoBOgsqS corporate assets. User assets remain safe and secure and the platform continues to be fully…
— Binance.US 🇺🇸 (@BinanceUS) June 6, 2023
Binance US telah berkomunikasi dengan Sachin Verma selama sepekan terakhir untuk memastikan keamanan aset pelanggan. Namun, ia tetap memutuskan untuk mengajukan permohonan perintah penahanan sementara kepada pengadilan.
Baca Juga: Binance Kena 13 Tuntutan SEC, CZ Pastikan Dana Pelanggan Aman
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.