Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Binance Coin Raih Harga Tertinggi Baru, Ini 3 Penyebabnya

Naufal Muhammad     Wednesday, February 10 2021

Binance Coin (BNB) baru saja meraih harga tertinggi barunya pada sekitar $148 atau Rp2,07 Juta pada pukul 15.55 WIB.

Tiga Penyebab Apresiasi Binance Coin

Terdapat tiga penyebab utama yang membuat harga BNB masih terus bergerak naik sejak akhir Januari 2021.

1. Inovasi Produk di Bursa Binance

Sentimen ini nampaknya menjadi pendorong yang paling kuat akibat Binance telah mengembangkan beberapa produk tambahan dalam bursanya.

Sekarang pengguna Binance dapat melakukan staking dengan BNB, BUSD, dan beberapa mata uang crypto lainnya melalui Launchpool Binance.

BUSD juga merupakan inovasi produk dari Binance untuk merepresentasikan Dolar Amerika sebagai salah satu stablecoins

Binance juga memiliki bursa terdesentralisasinya sendiri (DeX) dengan nama Binance DEX yang berdiri pada platform Binance Smart Chain (BSC) yang juga merupakan inovasi Binance.

Baca juga: Berbeda dari SushiSwap, Muncul BurgerSwap dari Binance Smart Chain

DeX yang dibangun pada BSC memiliki biaya 49 kali lebih murah dibandingkan DeX di platform Ethereum.

Hari ini BSC telah mengalahkan Ethereum dalam jumlah transaksi per hari.

Selain itu, BNB juga telah masuk ke dalam jaringan THORchain yang sedang diuji coba, yaitu jaringan desentralisasi yang mempermudah pertukaran aset dengan blockchain yang berbeda.

Terakhir adalah pengumuman adopsi pembayaran melalui beberapa dompet digital di Asia Tenggara untuk melakukan transaksi crypto.

Beberapa dompet digital tersebut termasuk PayNow, Paylah, ShopeePay, DANA, LinkAja, Gopay, OVO, TNG, dan GrabPay

2. Token Burn 19 Januari 2021

Penyebab kedua yang terlihat signifikan adalah token burn 19 Januari 2021 yang membuat dihapusnya BNB yang beredar sekitar 3,6 Juta BNB.

Akibat turunnya jumlah BNB yang beredar, kemungkinan harganya naik menjadi sangat tinggi akibat hukum permintaan dan penawaran.

Permintaan terhadap BNB telah terlihat naik dengan masuknya lebih dari Rp2,7 Triliun dalam USDT.

Dengan jumlahnya yang berkurang, sangat masuk akal jika harganya naik signifikan hingga saat ini.

3. Pembelian Bitcoin oleh Elon Musk Meningkatkan Traffic.

Terakhir adalah pembelian Bitcoin senilai $1,5 Miliar oleh Tesla, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk.

Baca juga: Tesla Beli Bitcoin $1,5 Miliar, Apple Bakal Ikutan?

Akibat dari pembelian ini, traffic atau jumlah kunjungan dan transaksi pada bursa Binance naik secara signifikan.

Pada saat itu, Binance menyentuh angka tertinggi dalam trafficnya walau terdapat beberapa masalah yang menurut CEO, Changpeng Zhao, dapat dengan mudah diselesaikan.

Masa Depan BNB Sangat Cerah

Sejak apresiasi dari akhir Januari 2021 hingga saat ini BNB sudah naik hampir 300% yang membuat banyaknya perhatian tertuju terhadapnya.

Diprediksi bahwa ke depannya apresiasi ini masih akan terus terjadi akibat juga CEO Binance, Changpeng Zhao, yang menyatakan bahwa saat ini masih fase awal dari BNB.

Pernyataan tersebut dibuat saat BNB menyentuh sekitar Rp1,4 Juta dan dapat dilihat bahwa saat ini harganya masih terus bergerak jauh lebih tinggi.

Baca juga: Top 5 Performa Crypto: Tron, Neo, Cardano, Binance Coin, Litecoin

Saat ini mayoritas pasar memprediksi bahwa apresiasi masih akan sangat kuat bahkan dapat membawa BNB menuju Rp3 Juta.

Dengan banyaknya sentimen positif saat ini, prediksi apresiasi tersebut masih terlihat masuk akal jika bercermin pada pergerakannya beberapa hari terakhir.