Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Berapa ya Konsumsi Listrik Mining Bitcoin Sedunia?

Aulia Medina     Monday, November 12 2018

Kenaikan harga Bitcoin yang masih berlangsung sampai saat ini menarik perhatian media dengan banyaknya diskusi mengenai apakah kenaikan ini merupakan gelembung (bubble) yang menunggu untuk meledak.

Namun, kebanyakan media meninggalkan hal yang lebih menarik dan merupakan konsekuensi yang tidak diinginkan dari kenaikan harga ini. Hal tersebut adalah lonjakan konsumsi listrik global yang digunakan untuk mining lebih banyak Bitcoin.

Menurut Indeks Konsumsi Energi Bitcoin yang dikeluarkan oleh Digiconomist pada 20 November 2017, estimasi konsumsi listrik tahunan Bitcoin berada pada 29.05 TWh. Angka ini setara dengan 0.13% dari total konsumsi listrik global. Terlihat tidak besar, tetapi aktivitas mining Bitcoin sampai saat ini menggunakan lebih banyak listrik dari 159 negara.

Jika miner Bitcoin menjadi sebuah negara, mereka berada di posisi ke-61 dalam hal konsumsi listrik di dunia.

Berikut beberapa fakta menarik mengenai mining Bitcoin dan konsumsi listrik:

  • Dalam bulan sebelumnya, estimasi konsumsi listrik mining Bitcoin meningkat menjadi 29.98%
  • Jika tetap meingkat dalam rate ini, mining Bitcoin akan mengonsumsi semua listrik di dunia pada Februari 2020
  • Estimasi revenue mining global per tahun: $7.2 miliar dolar (Rp. 105 triliun)
  • Estimasi harga mining global: $1.5 miliar dolar (Rp. 22 triliun)

Perkembangan Konsumsi Listrik Mining Bitcoin

perkembangan konsumsi listrik mining bitcoin

Walau mining Bitcoin saat ini mengonsumsi 0.13% listrik di dunia, aktivitas ini terus meningkat dengan cepat.

Indeks Konsumsi Energi Bitcoin mengestimasi pemakaian telah meningkat hingga 29.98% pada bulan lalu. Jika rate tersebut terus berlanjut, dan negara-negara tidak menambahkan kapasitas listrik baru, mining Bitcoin akan:

  • menjadi lebih besar dari pemakaian listrik di Inggris pada Oktober 2018 (309 TWh)
  • menjadi lebih besar dari pemakaian listrik di AS pada Juli 2019 (3.913 TWh)
  • memakai semua listrik di dunia pada Februari 2020 (21.776 TWh)

Artikel terkait: Baca DUlu Artikel Ini Sebelum Mulai Mining Bitcoin

Harga dari Mining Bitcoin

Indeks Pemakaian Energi Bitcoin mengestimasi bahwa total harga tahunan dari mining Bitcoin berada pada $1.5 miliar dolar. Namun, bukan berarti mining Bitcoin terjadi dengan listrik yang murah (bukan anggapan yang tidak masuk akal).

Harga ritel rata-rata per kilowatthour di AS adalah 10.41 sen, yang berarti menggunakan 28.05 TWh seharga $3.02 miliar dolar. Di Inggris bahkan lebih mahal, anggap Anda membayar harga paling bawah dari 10.10 pence per kilowatthour, harga keseluruhan adalah $3.89 miliar dolar.

Menariknya, harga Bitcoin meningkat bulan lalu hingga 40%, yang lebih besar dari kenaikan pemakaian listrik. Ini berarti bahwa estimasi revenue mining global per tahun saat ini berada pada $7.2 miliar dolar AS, yang lebih mahal dari estimasi di atas. Hal ini berarti Bitcoin masih sangat menguntungkan.

Bagaimana mining Bitcoin Mengonsumsi Listrik?

Level paling dasar dari mining Bitcoin mensyaratkan hardware komputer yang mahal dan membutuhkan energi banyak. Seperti dijelaskan oleh IEEE:

Daya mining Bitcoin tinggi dan semakin tinggi, berkat perlombaan komputasional. Ingat bahwa jumlah nol yang diperlukan pada awal hash membutuhkan dua kali seminggu untuk menyesuaikan kesulitan membuat block — dan lebih banyak angka nol berarti lebih banyak kesulitan. Algoritma Bitcoin menambahkan angka nol ini untuk mempertahankan level di mana block ditambahkan secara konstan, satu block baru tiap 10 menit. Idenya adalah untuk mengompensasi harware mining menjadi lebih kuat. Ketika hashing lebih rumit, membutuhkan lebih banyak komputasi untuk membuat block dan karenanya juga membutuhkan usaha lebih untuk mendapatkan Bitcoin baru, yang kemudian ditambahkan pada sirkulasi.

Sumber: Powercompare