Mau dapat rekomendasi Mining Bitcoin?

Klik Disini
REKOMENDASI MINING BITCOIN MENGUNTUNGKAN

Dapatkan rekomendasi situs dan aplikasi untuk mining Bitcoin & crypto

Mau dapat rekomendasi Mining Bitcoin?

Klik Disini

Benarkah Bitcoin Habiskan Banyak Energi dan Jadi Penjahat Lingkungan?

Bitcoin masih memiliki harga yang sangat tinggi, tetapi banyak pihak yang semakin khawatir tentang energi yang dihabiskan oleh Bitcoin.


Analisis Universitas Cambridge baru-baru ini menyimpulkan bahwa Bitcoin mengonsumsi lebih banyak energi dalam setahun daripada Argentina. Analisis yang sama menunjukkan bahwa jika Bitcoin adalah sebuah negara, ia akan berada di 30 besar negara konsumen energi di dunia.

Dengan informasi ini muncul pertanyaan, apakah konsumsi energi Bitcoin merupakan penyumbang utama emisi karbon, atau apakah ketakutan terhadap Bitcoin sebagai penjahat lingkungan berlebihan?

Melihat Konsumsi Energi Bitcoin

Menurut laporan September 2020 dari Cambridge Centre for Alternative Finance, 39% energi penambangan kripto dapat diperbarui.

Jika menggunakan estimasi 39% studi Cambridge Center. Maka konsumsi listrik Bitcoin yang tidak dapat diperbarui setara dengan 61 miliar pon batu bara. Ini setara dengan konsumsi listrik rata-rata 9 juta rumah untuk tahun tersebut.

Penting juga untuk mengetahui di mana konsumsi ini terjadi. Penambang Bitcoin adalah bisnis besar di Asia, dan satu yang terbesar ada di Amerika Utara.

Pada 2019, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal sains Joule memperkirakan jejak regional Bitcoin dengan melacak alamat IP.

Mereka menemukan bahwa hampir 70% energi penambangan Bitcoin dikonsumsi di Asia, dengan 17% terjadi di Eropa dan 15% ada di Amerika Utara.

Data ini sempat memunculkan pendapat dari pembela Bitcoin yang buru-buru menunjukkan bahwa banyak penambangan Bitcoin menggunakan energi bersih untuk mengisi jaringan. Contohnya adalah penambangan di China yang menggunakan listrik bertenaga air.

Tetapi penambangan Bitcoin juga terjadi di wilayah yang sangat bergantung pada tenaga batu bara seperti Mongolia Dalam, di mana pemerintah baru-baru ini mengusulkan penutupan ladang penambangan Bitcoin.

Bagaimana Bitcoin Cocok dengan Sumber Emisi Karbon lainnya?

Menurut Global Carbon Project, dunia menghasilkan 34 miliar metrik ton emisi karbon pada tahun 2020.

Itu sekitar 620 kali lebih banyak dari perkiraan rata-rata emisi karbon tahunan Bitcoin saat ini (jika menggunakan estimasi 39% energi terbarukan Cambridge Centre untuk Bitcoin) . Dengan demikian, Bitcoin hanya mewakili sebagian dari total jejak karbon dunia.

Data ini justru menujukan jika jejak karbon Bitcoin relatif rendah, namun energi yang digunakan Bitcoin tetap jadi perdebatan.

Menurut penelitian yang dilakukan bulan lalu oleh Digiconomist (yang menyelenggarakan BECI), konsumsi energi untuk satu transaksi Bitcoin sama dengan 453.000 transaksi Visa. Dalam bahasa jejak karbon, ini berarti bahwa transaksi Bitcoin 710.000 kali “lebih kotor” daripada transaksi Visa.

Tetapi Bitcoin tidak hanya dinilai buruk terhadap transaksi Visa. Ini juga tidak terlihat baik jika dibandingkan dengan beberapa gadget kita sehari-hari.

Misalnya, emisi karbon tahunan Bitcoin saat ini setara dengan 7 miliar pengisian daya ponsel cerdas energi yang cukup untuk bagi seluruh orang di dunia menggunakan Iphone.

Selain itu, semua pusat data fisik dunia berjumlah sekitar 200 TWh, menurut Badan Energi Internasional (IEA), atau sekitar 1% dari total permintaan listrik dunia per tahun. Jumlah tersebut untuk saat ini lebih dari Bitcoin, tetapi jumlahnya tidak jauh berbeda.

Bitcoin Tidak Seburuk itu Pada Lingkungan

CSO CoinShares Meltem Demirors mengatakan kepada Decrypt bahwa argumen moral terhadap penggunaan energi Bitcoin tidak selalu sesuai dengan konsumsi aktualnya, atau kegunaannya.

“Lampu Natal adalah penggunaan energi yang mengerikan, namun tidak ada polisi energi yang menyuruh orang untuk mematikannya. Bitcoin adalah satu-satunya alat yang kami ketahui yang secara efektif dapat menjadi mengubah energi terbarukan menjadi nilai ekonomi,” katanya.

Para Bitcoiner biasanya membalas bahwa membandingkan penggunaan energi Bitcoin dengan transaksi Visa atau mesin lainnya bukanlah perbandingan yang adil.

Jaringan Bitcoin merangkum semua energi yang dibutuhkan untuk membuat sistem berfungsi dari mulai pembuatan, keamanan, dan transportasi. Namun sektor perbankan tradisional tidak begitu satu dimensi

“Berdasarkan kurangnya transparansi dan sentralisasi di sektor perbankan, biaya ini jauh lebih sulit untuk dihitung secara akurat,” Jesse Phillips, manajer pengembangan bisnis di Binance Pool.

Apa Selanjutnya untuk Bitcoin?

Bitcoin telah membuat beberapa langkah besar menuju adopsi arus utama baru-baru ini. Jika Bitcoin mendekati tingkat adopsi yang meluas itu, permintaan energi untuk transaksi Bitcoin kemungkinan akan meroket.

Faktanya, menurut BECI Universitas Cambridge, kebutuhan listrik Bitcoin sudah melonjak pesat. Sejak Oktober 2020, konsumsi listrik Bitcoin telah meningkat dari perkiraan 58 TWh menjadi perkiraan 129 TWH.

Itu mewakili peningkatan lebih dari 120% hanya dalam lima bulan. Sama seperti harga Bitcoin, konsumsi listrik cryptocurrency secara umum meningkat sejak investor institusional datang.

Informasi ini diambil dan diolah kembali dari sumber berikut.

Dhila Rizqia

Dhila seorang lulusan studi komunikasi dan media yang memiliki ketertarikan besar pada dunia investasi khususnya bitcoin dan cryptocurrency.

Dhila seorang lulusan studi komunikasi dan media yang memiliki ketertarikan besar pada dunia investasi khususnya bitcoin dan cryptocurrency.

Kosa Kata

Mining Bitcoin

4 weeks ago

Spec Mining

Mining Bitcoin

4 weeks ago

Orphan Block

Mining Bitcoin

4 weeks ago

Hash Rate