Crypto Remuk, Begini Nasib Bitcoin Milik El Salvador

Anisa Giovanny

14th May, 2022

Harga aset crypto yang remuk bukan hanya membuat rugi para investor retail, para whale juga mengalami nasib yang sama.

Salah satunya adalah El Salvador, bagaimana kabar Bitcoin negara di Benua Amerika itu saat market crypto masuk bear market.

Simak jawabannya di artikel berikut.


El Salvador diketahui menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dan telah membeli BTC sejak September 2021.

Dari data yang terpublikasi, negara di Amerika Latin itu telah memiliki 2.301 Bitcoin dengan total pembelian kurang lebih $103 juta.

Dengan kondisi saat ini, dikutip dari Bloomberg, El Salvador tengah mengalami kerugian hinggaa $37 juta, dan BTC yang dimiliki kurang lebih $66 juta.

Kondisi saat ini tengah merugikan pemerintah negara yang kekurangan uang untuk menutupi pembayaran bunga berikutnya kepada pemegang obligasi. Hal ini menunjukkan peningkatan risiko yang ditimbulkan karena eksperimen menggunakan cryptocurrency.

Kerugian yang tercatat saat ini pun hanya memiliki perbedaan sedikit dengan hutang luar negeri EL Salvador yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035 senilai $38,25 juta.

“ Ini aset yang fluktuatif dan keputusan ini sepenuhnya ada di tangan presiden, dia membeli lewat ponsel dan berharap ambil keuntungan saat ada penurunan, tetapi ia tidak melakukannya dengan benar. Ketika dia membeli ada penurunan yang lebih besar, “ kata mantan Kepala Bank Sentral El Salvador Carlos Acevedo, dilansir dari Bloomberg.

Menurut Acevedo pemerintah masih bisa melakukan pembayaran jatuh tempo dengan kombinasi pinjaman dan cadangan kas, reformasi pensiun potensial atau memanfaatkan hak penarikan khusus dengan IMF.

El Salvador sendiri tengah berutang bunga $382 juta kepada pemegang obligasi tahun ini, Juli akan menjadi bulan terberat untuk pembayaran karena jatuh tempo senilai $183 juta.

Menurut bank sentral, per April 2022 memiliki negara masih memiliki cadangan senilai $3,4 miliar. Pemerintah pun berencana untuk mengumpulkan $1 miliar dengan obligasi yang didukung Bitcoin, meskipun tidak jelas apakah ini akan berhasil mengingat kondisi pasar crypto saat ini.

Baca juga: El Salvador Beri Pinjaman Berbasis Bitcoin untuk Pebisnis Lokal

EL Salvador Terancam Default

Keputusan Bukule melegalkan Bitcoin sebagai alat pembayaran sejatinya memang kontroversial, karena fluktuasi Bitcoin dianggap bukan pilihan yang bijak untuk negara.

Ia sudah diperingkatkan pejabat AS, sektor perbankan, dan Dana Moneter Internasional serta warganya sendiri. Namun, Bukele tidak ambil pusing dan terus menjalankan rencananya. Baru-baru ini Bukule meluncurkan proposal untuk “Bitcoin City”.

Baca juga: Lagi! IMF Peringati El Salvador Hentikan Bitcoin Sebagai Mata Uang

Selain merugi saat ini, keputusan Bukule terhadap Bitcoin telah menghambat pembicaraannya dengan IMF untuk fasilitas dana yang diperpanjang.

Sejak itu, spread pada credit default swap negara, sejenis asuransi terhadap pembayaran yang terlewatkan telah meningkat lebih dari 20 poin persentase, menyiratkan peluang 87% untuk gagal bayar dalam lima tahun ke depan.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency