Bank Sentral Jepang Batalkan CBDC, Ini Alasannya!

Nabiila Putri Caesari

4th August, 2022

Bank sentral Jepang (BoJ) sempat mengumumkan rencana untuk membentuk pembentukan mata uang digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) sejak 2021, pengujian tahap kedua dimulai pada April 2022. Namun, bank sentral tidak mempertimbangkan penerapannya dalam waktu dekat. 

Baca juga: Bank Of Japan, CBDC Bukan Hal Mendesak Bagi Jepang

Tujuan dari eksperimen tersebut adalah untuk mengejar ketinggalan dengan fitur teknis baru yang melibatkan teknologi blockchain, jika kebutuhan akan mata uang digital bank sentral muncul. Selain itu, menunjukkan ketertarikan terhadap CBDC karena masa kini dianggap sebagai masa perubahan dari uang dan jasa pembayaran.

Minat Publik Jepang akan CBDC Kurang

Namun inovasi baru tersebut dibatalkan, karena kurangnya minat publik dan maraknya layanan kartu kredit, layanan internet banking, dan alat pembayaran e-money. 

Masyarakat mungkin tidak tertarik untuk menggunakan CBDC karena alat pembayaran berbasis sektor swasta memberikan manfaat yang nyata.

Misalnya, ketertarikan dari penggunanya yang memperoleh keuntungan dari menggunakan layanan pembayaran serta digunakan untuk belanja atau pembayaran untuk layanan lain. 

Baca juga: Bank Of England Bermitra dengan MIT Untuk Meneliti CBDC

Selain itu, sebagian besar transaksi yang melibatkan uang tunai, terlepas dari reputasi Jepang sebagai inovator terkemuka di sektor teknologi. Sementara meningkatnya penggunaan pembayaran digital yang meningkat, terutama pasca pandemi Covid-19.

Potensi CBDC di Masa Depan

Meskipun penerimaan awalnya suam-suam kuku, ide menggunakan mata uang digital untuk transaksi mungkin masih tumbuh di masyarakat Jepang. CBDC adalah bentuk baru penerbitan uang digital bagi bank sentral. 

Beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh CBDC, misalnya bentuk mata uang ini melindungi kekayaan nasional dari kegagalan bank, dan memberi bank sentral alat untuk secara bermakna mempengaruhi kebijakan moneter melalui inflasi. 

Sementara itu, survei baru yang dilakukan oleh perusahaan fintech dan blockchain Ripple telah menemukan bahwa 70% pemimpin di sektor keuangan percaya bahwa CBDC memiliki potensi untuk mendorong perubahan sosial dalam lima tahun ke depan, dengan keuntungan seperti inklusi keuangan dan akses ke kredit.

Insight dan Networking Bersama Crypto Enthusiast

Namun demikian, Bank sentral Jepang (BoJ) harus terus mengumpulkan pengetahuan yang berkaitan dengan teknologi blockchain untuk memastikan stabilitas keuangan dan inovasi keuangan di Jepang.

Selain itu, mengingat efisiensi pembayaran lintas batas menggunakan CBDC, ini akan menjadi pilihan yang menjanjikan mengingat tingginya biaya layanan berbasis bank yang ada.

Nabiila Putri Caesari

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.