Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Regulasi · 6 min read

Anggota kongres Amerika Serikat, Warren Davidson, telah memperkenalkan “Undang-Undang Stabilisasi SEC” atau SEC Stablization Act ke Dewan Perwakilan Rakyat, pada 12 Juni. Salah satu ketentuan utama Rancangan Undang-undang (RUU) tersebut adalah memecat Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), Gary Gensler.
Selain mencopot Gensler dari jabatannya, RUU ini juga akan mendistribusikan kembali kekuasaan antara ketua SEC dan komisaris. Itu juga akan menambah komisaris keenam ke agensi, melarang pihak mana pun untuk memegang mayoritas di komisi, dan menciptakan posisi direktur eksekutif.
🚨 NEWS – Today I filed the SEC Stabilization Act to restructure the @SECGov and #FireGaryGensler.
— Warren Davidson 🇺🇸 (@WarrenDavidson) June 12, 2023
U.S. capital markets must be protected from a tyrannical Chairman, including the current one. It’s time for real reform and to fire @GaryGensler as Chair of the SEC. Statement ⬇️ pic.twitter.com/0VUHxUAhtB
“Hari ini saya mengajukan RUU Stabilisasi SEC untuk merestrukturisasi SEC dan memecat Gary Gensler, pasar modal harus dilindungi dari tirani pemimpin, termasuk yang sekarang, “ kata Warren Davidson (R-OH) di Twitter, Senin (12/6).
Rencana penyusunan RUU ini sudah diungkap Davidson pada April lalu, saat menanggapi cuitan Chief Legal Officer Coinbase, Paul Grewal, Davidson mengatakan Ketua SEC saat ini melakukan banyak pelanggaran.
Anggota partai Republik lain yang ikut menyusun RUU ini adalah Tom Emmer yang bertugas di House Majority Whip. Dalam keterangan resmi, ia menegaskan, investor dan industri Amerika berhak mendapatkan pengawasan yang jelas dan konsisten, bukan permainan politik.
Meskipun RUU ini tidak menyebutkan aset kripto dalam isinya, baik Davidson maupun Emmer dikenal pro-crypto dan kritis terhadap kepemimpinan Gensler di SEC.
Emmer, misalnya, menyebut Gensler sebagai “regulator itikad buruk,” dan Davidson adalah wakil ketua Subkomite baru Komite Jasa Keuangan untuk Aset Digital, Teknologi Keuangan, dan Inklusi.
Diharapkan SEC Stablization Act ini dapat memberikan panduan yang jelas tentang pengaturan industri kripto yang bermanfaat bagi investor dan pemain industri di ruang kripto.
Baca juga: Ketua SEC Gary Gensler Sebut Pasar Kripto Sarang Skema Ponzi
SEC baru-baru ini mengajukan gugatan terhadap pertukaran kripto Binance US dan Coinbase, menuduh bahwa mereka telah mengoperasikan pertukaran yang tidak terdaftar.
Baca juga: Menilik Perbedaan Gugatan SEC ke Binance dan Coinbase
Tindakan ini telah memicu kemarahan di kalangan investor kripto, pemimpin industri, hingga politisi yang percaya bahwa pendekatan SEC yang terlalu agresif akan menghambat inovasi di pasar kripto yang sedang berkembang.
Senator Republik Cynthia Lummis mengkritik gugatan SEC terhadap Coinbase, menyebut pendekatan “peraturan dengan penegakan” berbahaya bagi konsumen.
“Perlindungan konsumen yang nyata membutuhkan pembuatan kerangka hukum yang kuat yang dapat dipatuhi oleh pertukaran, tidak mendorong industri ke luar negeri atau ke dalam bayang-bayang,” cuit Lummis minggu lalu.
Baca juga: 61 Kripto Dicap Sekuritas oleh SEC, Dua Hal Ini Penyebabnya?
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.