Analis Sebut Harga Bitcoin Turun Sementara, Siap Kembali Naik

Rossetti Syarief

12th November, 2021

Meningkatnya inflasi di Amerika Serikat, serta kekhawatiran berlebihan akan sentimen negatif yang disebabkan oleh kondisi penurunan Evergrande, sepertinya menjadi salah satu alasan mengapa Bitcoin turun harga kemarin.

Tetapi sebagian besar analis, melihat penurunan tersebut sebagai repetisi ulang yang memang dibutuhkan. 

Volatilitas sebutannya. Hal semacam ini biasa dilakukan pada pasar cryptocurrency, seperti aksi jual pada 11 November kemarin.

Kemarin, harga Bitcoin sentuh rekor tertinggi baru sepanjang masanya. Namun lagi dan lagi harus diikuti penurunan harga hampir $7.000 atau setara dengan 99 juta.

Data yang dilansir dari TradingView menunjukkan, setelah alami penurunan hingga ke level $62.800, harga Bitcoin berhasil naik kembali di kisaran $65.000.

Bisa dilihat bersama, bull telah kembali disana untuk berkonsolidasi dan memberi dorongan yang tinggi kepada harga.

Grafik Harga Bitcoin

Harga Bitcoin Turun Sementara

Harga Bitcoin yang tiba-tiba anjlok sebesar $7.000 mungkin mengejutkan sebagian orang, tetapi tidak bagi analis Nunya Bizniz. 

Menurut sang analis, aksi harga Bitcoin selama beberapa hari terakhir jika ditinjau berdasarkan kinerja masa lalunya, hanya akan bertahan sementara. Kasus semacam ini sering terjadi.

Sedangkan analis lain mengatakan, Bitcoin sedang dalam proses repetisi ulang dan itu memang diperlukan.

Analis GalaxyBTC memposting sebuah grafik yang menguraikan sebuah kemungkinan untuk harga Bitcoin yang mencapai $75.000 dalam jangka pendek.

Menurutnya, repetisi ulang kemarin (koreksi harga) memang diperlukan untuk melanjutkan kenaikan harga secara sehat.

Evergrande dan Inflasi Mempengaruhi Pasar

Kepala manajemen aset di Tellurian ExoAlpha, Jean-Marc Bonnefous menyoroti sebuah fakta. Menurutnya, dampak dari kisah pahit Evergrande pada aksi jual mereka baru-baru ini, itu juga berdampak pada cryptocurrency.

“Berita pahit yang datang dari perusahaan Evergrande, merupakan gambaran yang sama dengan apa yang tweet Elon Musk dengan cryptos lakukan. Karena keduanya adalah berita yang bisa saja dimanipulasi guna mengatur pergerakan pasar.” Ungkap Bonnefos.

Menurut Bonnefos, Pasar crypto seringkali bereaksi berlebihan terhadap berita utama. Lihat saja bagaimana reaksi para investor setelah penurunan harga baru-baru ini. Hal ini semacam konsolidasi teknis setelah reli tajam beberapa hari terakhir.

Bukan hanya menyoroti berita utama negatif tentang Evergrande dan tweet dari influencer yang mempengaruhi aksi harga di pasar crypto, Bonnefos juga membahas kenaikan sebesar 6,2% dalam Consumer Price Index (CPI) di Amerika Serikat.

Ternyata, CPI juga menunjukkan faktor utama yang mempengaruhi pasar keuangan global dan harga Bitcoin. Kemudian Bonnefos mengungkapkan pendapatnya,

“Angka inflasi ternyata cukup mengejutkan baru-baru ini di Amerika Serikat. Hal ini harusnya bisa menjadi pendorong fundamental yang mendukung untuk harga Bitcoin, di luar tekanan jual taktis jangka pendek.”

Pada saat penulisan, kapitalisasi pasar cryptocurrency keseluruhan sekarang mencapai $2,847 triliun dan tingkat dominasi Bitcoin adalah 43,1%.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik