Algorand Mendapat Sertifikasi Halal Untuk Keuangan Islam

By adam rizky     Wednesday, October 30 2019

Algorand Foundation mengumumkan bahwa platform blockchainnya sekarang mendapatkan sertifikasi untuk pembiayaan yang sesuai dengan Syariah.

Menurut siaran pers pada 21 Oktober, lembaga-lembaga Islam sekarang dapat mulai menggunakan blockchain Algorand bukti saham untuk pertukaran ekonomi. Hal-Hal tersebut terbuktikan dengan terwujudnya peluang bisnis baru pada platform yang sesuai dengan pedoman keuangan Syariah bagi perusahaan-perusahaan yang menggunakan standar Syariah.

Meskipun Algorand memperoleh sertifikasi untuk pembiayaan Syariah, setiap aplikasi terdesentralisasi yang dibangun di atas Algorand perlu dievaluasi dan diperiksa secara individual untuk kepatuhan. Kedepannya akan banyak evaluasi lainnya terkait pengembangan sistem yang telah disertifikasi halal.

Algorand Foundation mengakui pentingnya pasar keuangan Islam bagi ekonomi global dan karenanya mendaftarkan Biro Peninjauan Shariyah Bahrain (SRB) sebagai penasihat independen untuk memastikan jaringan tetap patuh.

Pencarian ketetapan sistem Syariah oleh Perusahaan Fintech dan blockchain

Cointelegraph melaporkan pada bulan Agustus bahwa terdapat kesepakatan antara perusahaan fintech yang berbasis di Dubai Wethaq dengan perusahaan perangkat lunak perusahaan R3 untuk bermitra. Sistem kemitraan tersebut bertujuan untuk membuat platform yang dibangun di atas platform blockchain perusahaan R3, Corda. Platform ini nantinya akan menerbitkan dan memperdagangkan sekuritas Sukuk – sertifikat keuangan syariah yang mirip dengan obligasi.

Baca juga: Transaksi Blockchain Syariah Pertama di Abu Dhabi

Dikabarkan bahwa Protokol buku besar yang didistribusikan Stellar telah memperoleh sertifikat kepatuhan Syariah dalam bidang transfer uang dan tokenisasi. Sertifikasi tersebut dilakukan pada sekitar bulan Juli tahun lalu dengan melibatkan banyak pihak yang ahli dalam kepatuhan Syariah.

Selain itu BPRS telah memeriksa kemampuan dan aplikasi Stellar dan merilis panduan yang memungkinkan lembaga keuangan Islam untuk menggunakan teknologi Stellar.

Pada November 2018, Al Hilal Bank yang berbasis di Dubai melakukan transaksi Sukuk pertamanya menggunakan teknologi blockchain. Bank menggunakan teknologi buku besar yang didistribusikan dengan tujuan untuk menjual dan menetap di pasar sekunder sebagian kecil dari sukuk lima tahun senilai $ 500 juta. Kedepannya penjualan sukuk tersebut akan terus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya tren penggunaan standar Syariah dalam cryptocurrency.

Sumber