Meme Coin · 6 min read

50 Persen Trader Meme Coin Pump.fun Merugi dalam Sebulan

Kamis, 26 Maret 2026
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Data onchain terbaru menunjukkan lebih dari separuh trader token yang diluncurkan melalui platform Pump.fun tercatat mengalami kerugian dalam satu bulan terakhir.

Berdasarkan data Dune Analytics, sekitar 96 persen wallet yang memperdagangkan token Pump.fun hanya menghasilkan keuntungan di bawah US$500 atau sekitar Rp8,4 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45,6 persen trader masih mencatatkan keuntungan kecil, sementara 50,6 persen lainnya justru mengalami kerugian.

Grafik distribusi PnL trader Pump.fun yang menunjukkan mayoritas wallet mengalami keuntungan kecil atau kerugian dalam satu bulan terakhir. Sumber: @oladee/Dune Analytics

Meski begitu, ada juga kasus ekstrem. Dua wallet tercatat berhasil meraih keuntungan lebih dari US$1 juta setara Rp17 miliar. Sebaliknya, dua wallet lainnya mengalami kerugian besar di kisaran US$500.000 hingga US$1 juta, atau sekitar Rp8,4 miliar hingga Rp17 miliar.

Baca juga: Pump.fun Jadi Platform Solana Pertama yang Raup Pendapatan Rp18 Triliun

Peluncur Token Justru Raup Keuntungan Besar

Meski banyak trader ritel merugi, pihak yang membuat token atau disebut deployer justru mendapatkan keuntungan besar. Analis kripto Dethective mengungkapkan bahwa 250 wallet deployer teratas berhasil mengumpulkan sekitar US$79 juta sekitar Rp1,3 triliun dari aktivitas ini.

Menariknya, dari ratusan ribu token yang dibuat, hanya sekitar 10 token yang berhasil mencapai kapitalisasi pasar di atas US$5 juta sekitar Rp82 miliar. Dalam enam bulan terakhir, total sekitar 194.000 token telah diluncurkan.

Namun, angka 250 deployer ini juga merujuk pada jumlah wallet, bukan individu. Artinya, bisa saja satu pihak mengendalikan banyak wallet sekaligus.

Baca juga: Pump.fun Kini Dukung Token dari Generator Memecoin Pesaing

Token PUMP Merosot

Dalam perkembangan terbaru, Pump.fun mulai mengalihkan fokus ke teknologi akal imitasi (AI), khususnya konsep agentic trading, yaitu sistem di mana software AI melakukan transaksi secara otomatis.

Sebagai bagian dari strategi ini, platform memperkenalkan fitur buyback otomatis yang bisa dijalankan oleh agen AI pihak ketiga. Namun, fitur ini tidak mendapat respons positif dari komunitas, terutama di platform X.

Ketidakpuasan pengguna juga dipicu oleh belum jelasnya realisasi airdrop yang sudah dijanjikan sejak 258 hari lalu. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan distribusi tersebut akan dilakukan.

Di sisi lain, harga token native mereka, PUMP, juga mengalami penurunan signifikan. Sejak diluncurkan, harga token ini sudah turun sekitar 73 persen hingga Juli 2025, dengan harga saat ini di kisaran US$0,0018.

Grafik harga PUMP/USD sejak pertama diluncurkan pada Juli 2025. Sumber: CoinMarketCap

Bahkan, jika dibandingkan dengan harga tertingginya di level US$0,008819 pada September, token ini telah turun hingga sekitar 85 persen.

Baca juga: Trader Ramai Bertaruh di Polymarket soal Target Insider Trading yang Bakal Dibongkar ZachXBT

Tekanan Pasar dan Kondisi Global Jadi Faktor

Kondisi pasar kripto yang sedang berada dalam tren bearish turut menekan performa Pump.fun. Selain itu, ketidakpastian ekonomi global, termasuk konflik geopolitik antara AS, Israel, dan Iran, juga memperburuk sentimen pasar.

Beberapa pelaku industri bahkan mulai menunda ekspansi. Bursa kripto Kraken, misalnya, menunda rencana IPO hingga kondisi pasar membaik. Sementara itu, platform NFT OpenSea juga menunda peluncuran token $SEA karena kondisi pasar yang masih menantang.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun inovasi terus berkembang, industri kripto tetap sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan sentimen pasar yang tidak stabil.

Baca juga: Tahun Terburuk Kripto, 11,6 Juta Aset Gagal Bertahan pada 2025

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.