Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas Dalam 10 Tahun?

Wafa Hasnaghina     Friday, July 24 2020

Jika menilik kembali sejarah dan perkembangannya, emas selalu digadang-gandang sebagai komoditas lindung nilai. Kepercayaan masyarakat terhadap emas membuat ia memiliki nilai keistimewaannya tersendiri.

Begitu juga dengan Bitcoin, ia seakan muncul di tengah gejolak resesi dan sistem keuangan yang sedang kacau saat itu sebagai alternatif yang ada. Pada akhirnya, Bitcoin menunjukkan sifatnya sebagai lindung nilai yang ada. 

Ini juga dengan alasan Bitcoin semakin hari semakin digandrungi banyak orang. Ia dapat terus-terusan berada di posisi satu kapitalisasi pasar mata uang crypto. Dengan nilai yang tadinya hanya setara beberapa sen USD pada 2009 lalu menjadi 9.000 USD (lebih dari Rp 134 juta) pada tahun 2020 ini. 

Persamaan Bitcoin dan Emas

Lebih dari lindung nilai, alasan emas dan Bitcoin sulit untuk dipisahkan adalah tidak lain karena sifat mereka yang sama-sama memiliki suplai terbatas. Ya, alasan inilah yang membuat orang-orang akhirnya melirik Bitcoin dan emas untuk dijadikan safe haven mereka. 

Diciptakan dengan hanya 21 juta koin, Bitcoin mampu membuktikan kelangkaannya tersebut menjadikan dirinya sebagai sebuah aset yang bernilai dan digadang-gadang merupakan emas versi digital.

Satu lagi persamaan Bitcoin dan emas, mereka sama-sama sulit untuk didapatkan. Mengapa demikian? Emas bernilai tinggi, karena proses emas untuk bisa diperjual belikan itu sangat panjang. Sebelum bisa sampai di tangan pembeli, emas harus terlebih dahulu ditambang.

Begitu juga dengan Bitcoin, salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan mining atau penambangan. Jangan salah, penambangan ini tidak memakai alat berat seperti emas atau logam lain pada umumnya. Namun, menggunakan teknologi hardware dan software terkini. Selengkapnya mengenai persamaan emas dan Bitcoin dapat kamu akses di sini.

Perbedaan Bitcoin dan Emas

Setelah mengetahui kesamaan antar keduanya, lalu apa yang membedakan Bitcoin dan emas?

Seperti yang diketahui, nama Bitcoin sendiri terdiri dari kata “Bit” yang artinya data, dan “coin” yang artinya koin. Dari namanya saja, jelas bahwa Bitcoin beredar bukan di tanah seperti emas, tetapi di dalam jaringan blockchain. Bitcoin tidak memiliki bentuk fisik, melainkan data di dalam jaringan.

Keunggulan dari Segi Profit

Jika melihat harga Bitcoin yang melambung tinggi jauh sejak ia pertama kali dirilis, jelas terlihat bahwa profit yang dihasilkan sangat menguntungkan. Belum lagi, kelangkaan pada Bitcoin serta adanya krisis dari pandemi ini membuat ia semakin dilirik untuk dijadikan safe haven.

Mengapa demikian? Jika mengacu pada CoinMarketCap, bisa terlihat bahwa pergerakan harga Bitcoin yang semakin meningkat. Pada awal-awal perilisannya, Bitcoin bisa dibilang hampir tak ada nilainya dan bahkan sama sekali tidak dipandang. Namun, tiap tahun Bitcoin menunjukkan peningkatan nilainya. Pada 8 Juni 2011, Bitcoin memasuki bubble pertamanya, harga Bitcoin saat itu mencapai 30 USD.

Peningkatan nilai Bitcoin masih terus terjadi dan terlihat pesat, pada Januari 2014 harga 1 BTC mencapai $1,000. Hingga tepatnya tanggal 17 Desember 2017, Bitcoin berhasil mencatatkan nilai All-Time-High atau nilai tertinggi sepanjang masa dengan harga $20,089 per Bitcoin. 

Jelas jika kamu membeli atau memiliki 1 Bitcoin di tahun 2009, hanya dengan selang waktu delapan tahun kamu sudah bisa menerima sekitar Rp 274.255.028. Ini berarti aset kamu meningkat hingga lebih dari 2000% pada tahun 2017, dan dalam sejarahnya belum ada aset lain yang mampu menembus rekor peningkatan drastis ini.

Perbandingan Emas dan Bitcoin

Berbeda dengan BItcoin, emas memang memiliki nilai yang terbilang terus bertumbuh. Namun, di sisi lain emas memiliki perbedaan antara nilai beli dan nilai jual. Nilai ini biasanya disebut dengan spread harga dan rentang nilainya terlampau berbeda. Ditambah lagi nilai ini mengikuti harga pasar terutama pasar global.

Misalnya saja kasus di bawah ini:

Ketika kamu membeli emas dengan harga Rp956.000 (Harga emas Antam pada 20 Juli 2020) pada pagi hari, lalu ketika sore hari ternyata kamu memiliki kebutuhan mendesak dan harus menjualnya kembali. Menurut data historis, harga buyback pada tanggal tersebut berada di Rp 856.000. Maka otomatis hanya dalam beberapa jam saja, kamu harus kehilangan Rp 100.000.

Rentang harga ini yang membuat emas dipandang sebagai investasi jangka panjang, dan bukan jangka pendek.

Selain itu, jika melihat data historis emas dalam negeri, harga emas terus melonjak. Namun, jelas nilai ini tidak sebesar kenaikan nilai Bitcoin. Tepatnya harga beli emas pada Juli 2010 berada pada kisaran Rp 410.600/gram-nya dan sekarang mencapai Rp 967.000/gram-nya. Artinya, emas memiliki persentase kenaikan harga mencapai sekitar 235.5% per gram.

Jika melihat peningkatan harga Bitcoin yang mengacu pada data historisnya, Bitcoin telah mencapai kenaikan harga hingga 2561.4% dengan asumsi harga tertinggi pada tanggal 17 Desember 2013 yang berada pada USD 754,83 dan nilai all-time-high-nya pada 17 Desember 2017 yang berada pada USD 20.089 per Bitcoin atau mencapai sekitar Rp 274.255.028 dengan perhitungan kurs saat itu.

Walaupun setelah rekor all-time-high yang ia ciptakan, Bitcoin kembali turun beberapa persen, dan hingga saat ini masih berada pada rentang USD 9.000-9.500. Tepatnya nilai tertinggi pada tanggal 20 Juli 2020 ada pada $9,214.27/BTC atau sekitar Rp 137.347.908,62 (dengan kurs pada tanggal tersebut). Jika melihat nilainya di tahun 2010 yang berkisar pada $0.08/BTC atau sekitar Rp 721,84 dengan kurs pada waktu itu, ini berarti ia memiliki kenaikan sebesar 11511737.5%. Kembali lagi, belum ada aset yang mampu menandingi kenaikan Bitcoin hingga saat ini dan membuat ia menjadi aset dengan nilai yang sangat tinggi.

Lebih lagi, dengan unit Bitcoin yang bernama Satoshi bisa dipecah menjadi 1 BTC / 1.000.000 Satoshi, menambah keunggulan Bitcoin. Ini menempatkan Bitcoin sebagai aset yang bisa digunakan, dimiliki, dan didistribusikan oleh seluruh tatanan ekonomi global, dalam arti lapisan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah pun bisa memiliki Bitcoin.

Ditambah beberapa exchange yang sudah terdaftar di Bappebti menawarkan beli Bitcoin dengan harga mulai dari Rp50.000,-. Tunggu apalagi?

Mulai trading Bitcoin di Pintu sekarang 💰

Kesimpulan

Berdasarkan data yang ada bisa disimpulkan dengan tabel di bawah ini

Profit Emas vs BTC
Profit Emas vs BTC

Jadi, bagaimana? Kamu mau punya emas saja atau juga Bitcoin?


Artikel ini adalah artikel perbandingan antara investasi Bitcoin vs Emas yang dirangkum dari berbagai sumber untuk memberikan informasi dan perkiraan investasi mana yang lebih menguntungkan. Artikel ini bukan merupakan anjuran atau saran dalam berinvestasi, karena investasi apapun harus atas kesadaran dan kemampuan pribadi tanpa ada unsur paksaan. 

Poin Penting
  • 🔎 Apa itu Bitcoin ?

    Bitcoin adalah sebuah sistem mata uang cryptocurrency global. Baca selengkapnya di sini

  • 🔔 Apa itu emas ?

    Emas adalah batu berharga yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

  • 🔎 Apa saja persamaan Bitcoin dan emas ?

    Sama-sama sulit didapatkan dan terbatas jumlahnya

  • ❓ Apa perbedaan Bitcoin dan emas ?

    Bitcoin beredar bukan di tanah seperti emas, tetapi di dalam jaringan blockchain. Bitcoin tidak memiliki bentuk fisik, melainkan data di dalam jaringan.

  • 📈 Investasi apa yang menguntungkan untuk masa depan ?

    Bitcoin dan emas

  • ⚖️ Apakah Bitcoin legal di Indonesia ?

    Ya Bitcoin legal di Indonesia sebagai komoditas berjangka

  • 📍 Di mana bisa mendapatkan Bitcoin ?

    Kamu bisa membelinya di bursa cryptocurrency yang sudah terdaftar di Bappebti.

Artikel Terkait

 Lihat Lebih