5

Mau paham Blockchain?

Belajar Sekarang
TINGKATKAN PEMAHAMAN BLOCKCHAIN MU

Rekomendasi webinar dan materi edukasi teknologi blockchain terkini langsung dari para ahli.

Mau paham Blockchain?

Belajar Sekarang

Blockchain 3.0, Lebih Canggih dari Versi Sebelumnya!

Dunia blockchain terus berkembang dengan banyaknya sistem jaringan baru seperti inovasi Teknologi Ledger, Hashgraph, dan Parachain yang meningkatkan urgensi inovasi.

Blockchain sudah mencapai versi 3.0 yang telah dilengkapi oleh beberapa inovasi untuk menyelesaikan masalah yang ada di generasi sebelumnya.

Apa Itu Blockchain 3.0?

Blockchain 3.0 adalah sebuah istilah baru untuk menjelaskan inovasi dalam dunia blockchain, terutama untuk menghadapi beberapa masalah.

Beberapa masalah tersebut adalah masalah skalabilitas, interoperabilitas, serta beberapa berargumen masalah keamanan dan kerahasiaan data.

Skalabilitas adalah permasalahan terkait kelambatan geraknya blockchain dalam menciptakan block dan memvalidasi transaksi.

Masalah interoperabilitas adalah ketidakmampuan satu blockchain untuk memindahkan crypto ke blockchain lain tanpa proses yang rumit.

Kedua permasalahan tersebut adalah masalah utama yang saat ini sedang diselesaikan bersama permasalahan privasi dan keamanan.

Sebelumnya blockchain generasi pertama seperti Bitcoin dan generasi kedua seperti Ethereum juga berkembang untuk menyelesaikan masalah ini.

Sayangnya belum ada solusi yang membuat kedua generasi blockchain tersebut lebih baik.

Dengan kondisi itu, Blockchain 3.0 muncul untuk memberi cara terbaru agar blockchain berkembang lebih tinggi, dan mempermudah adopsinya agar semakin luas.

Untuk mengetahui apa saja solusi yang diberikan oleh Blockchain 3.0 secara keseluruhan, dalam artikel ini akan dijabarkan beberapa solusi tersebut.

Solusi Skalabilitas Blockchain 3.0

Blockchain yang menghadapi masalah skalabilitas saat ini umumnya bergerak dengan mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW).

Blockchain PoW memiliki permasalahan skalabilitas akibat penyumbatan dari kebutuhan energi dalam penambangan atau validasi transaksi.

Permasalahan skalabilitas muncul akibat sistem yang kurang efisien, dimana banyak validator yang fokus pada satu block sehingga terjadi inefisiensi saat validasi transaksi.

Dalam Blockchain 3.0, terdapat solusi terhadap permasalahan skalabilitas tersebut, yang menggunakan beberapa hal baru.

a. Penggunaan Lapisan Kedua dalam Jaringan

Saat ini, terdapat beberapa solusi skalabilitas dengan menggunakan lapisan kedua (L2) dalam satu blockchain.

Lapisan kedua adalah blockchain sampingan yang terintegrasi dalam satu blockchain.

Baca juga: Mengenal Protokol Layer 2 dalam Sebuah Blockchain

Integrasi yang dimaksud adalah integrasi jaringan dengan protokol blockchain yang sudah ada sebelumnya atau menciptakan blockchain baru yang khusus.

Solusi ini membentuk sistem yang efektif dengan memindahkan transaksi dari blockchain ke jaringan peer-to-peer.

Tujuannya adalah untuk menghilangkan penyumbatan dan meningkatkan efisiensi.

Jadi jika blockchain lapisan pertama atau blockchain utama sedang mengalami banyak transaksi dan mulai melambat, transaksi tersebut dapat pindah ke lapisan kedua.

Dengan pindah ke lapisan kedua, transaksi dapat lebih cepat di validasi sehingga lapisan pertama tidak kewalahan dengan banyaknya transaksi.

Baca juga: Mengenal MATIC, Blockhain Dengan Gas Fee Murah

Saat ini contoh penerapan lapisan kedua yang signifikan adalah Blockchain Ethereum yang integrasi dengan Blockchain Polygon.

b. Penggunaan Mekanisme Konsensus Baru

Cara lain untuk menyelesaikan permasalahan skalabilitas adalah mengembangkan mekanisme konsensus baru.

Contohnya Zilliqa, yang menerapkan sistem sharding dan sistem konsensus baru bernama Byzantine Fault Tolerance (BFT).

Zilliqa tidak sendirian, akibat adanya beberapa perusahaan yang menerapkan sistem mekanisme konsensus baru, meninggalkan Proof-of-Work (PoW).

Contoh lain adalah Solana yang menggunakan mekanisme konsensus bernama Proof of History.

Dengan menggunakan mekanisme tersebut, Solana dapat mencapai kecepatan validasi transaksi hingga 65.000 transaksi per detik.

Kecepatan ini jauh berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum yang masih berada di sekitar 10 hingga 30 transaksi per detik.

Masih banyak contoh blockchain baru dengan mekanisme konsensus yang baru muncul terutama setelah 2019.

Namun dengan mekanisme baru ini sayangnya juga masih ada masalah yaitu untuk mengorbankan keamanan atau kecepatan blockchain.

C. Penggunaan Sistem Directed Acyclic Graphs (DAGs)

Solusi terakhir adalah dengan menggunakan teknologi ledger baru dan keluar dari kategori blockchain.

Beberapa proyek mulai menjauhi blockchain, seperti Hedera, IOTA dan Avalanche yang menggunakan Directed Acyclic Graphs (DAG).

DAG mempermudah efisiensi kinerja jaringan bersamaan dengan tumbuhnya suatu jaringan.

DAG mewajibkan pihak yang melakukan transaksi untuk mengonfirmasi beberapa transaksi sebelumnya.

Jadi tidak seperti blockchain, untuk menciptakan suatu block, validator tidak harus menunggu block sebelumnya.

Sehingga lebih banyak block yang tercipta dalam waktu bersamaan dan lebih banyak transaksi yang divalidasi.

DAG ini juga telah dikembangkan lebih dalam, contohnya oleh Hedera yang menggunakan teknologi Hashgraph untuk mempercepat validasi transaksi dan menjaga keamanan.

Solusi Interoperabilitas Blockchain 3.0

Solusi kedua adalah terhadap permasalahan interoperabilitas yang semakin tinggi urgensinya akibat semakin banyak blockchain yang ada.

Sebelumnya sudah banyak yang menyelesaikannya, namun tidak dengan blockchain.

Aion, Wanchain, Holochain, dan Polkadot adalah empat proyek utama yang menerapkan solusi interoperabilitas, yang juga ingin diterapkan Blockchain 3.0.

Solusi ini mempermudah komunikasi antar blockchain tanpa harus adanya pihak ketiga, seperti transaksi antar Bitcoin dan Ethereum secara langsung tanpa pihak ketiga.

Sekarang sudah mulai muncul banyak blockchain yang menyediakan bridge atau jembatan penghubung sendiri yang ada di blockchainnya.

Contohnya adalah Blockchain Harmony dan Blockchain Cosmos yang telah membuat jembatan agar blockchain lain dapat berkomunisasi dengan mereka atau antara satu sama lain.

Urgensi interoperabilitas tidak hanya tinggi antar blockchain, namun juga dibutuhkan antar blockchain dengan infrstruktur umum.

Perusahaan seperti Chainlink saat ini sedang membentuk solusi jembatan antara blockchain dan dunia nyata, melalui ekosistem oracle.

Google, Oracle, dan Swift, sudah bekerja sama dengan Chainlink untuk mewujudukan rencana inovasi integrasi tersebut.

Blockchain 3.0 akan menerapkan sistem yang sama yang mempermudah jembatan hubungan antara dunia nyata dan blockchain.

Solusi Keamanan Blockchain 3.0

Mayoritas blockchain bergerak secara terbuka, yang berarti dompet dan transaksi sangat terbuka untuk siapa saja yang melihat riwayatnya.

Mayoritas organisasi besar melihat hal tersebut sebagai permasalahan blockchain, sehingga menghambatnya untuk diadopsi secara lebih besar.

Saat ini, beberapa crypto telah menerapkan sistem privasi ke dalam protokolnya, seperti Monero, Dash, dan ZCash.

Saat ini juga terdapat rencana implementasi zk-SNARKs, protokol pirvasi di balik ZCash, pada Ethereum.

Namun, beberapa crypto tersebut nampaknya tidak terlibat dalam pergerakan Blockchain 3.0.

Tapi, semua hal tersebut mirip dengan apa yang ingin diraih Blockchain 3.0, sebagai gambaran apa yang akan diraih.

MimbleWimble nampaknya menjadi salah satu pemimpin dalam pergerakan privasi dalam Blockchain 3.0, dengan implementasi melalui Grin dan Beam.

MimbleWimble adalah sebuah protokol blockchain yang unik, yang menggantikan alamat dan riwayat transaksi dengan block berisi hanya data penting dan umum dalam transaksi.

Dengan penerapan tersebut, transaksi menjadi lebih sulit untuk dilacak dan memudahkan skalabilitas dari blockchain.

Dari sudut pandang smart contract, terdapat Aion dan Wanchain dimana keduanya mengimplementasikan lapisan privasi.

Fitur tersebut mempermudah pengguna untuk mengendalikan informasi apa yang ingin disebarkan secara publik dari transaksi yang dilakukan.

Sistem ini yang nantinya akan diterapkan oleh Blockchain 3.0, sehingga versi terbaru ini dapat memiliki transaksi yang lebih aman dan terjaga.

Tapi untuk saat ini banyak blockchain yang sudah bergerak untuk berubah. Namun permasalahannya untuk meningkatkan keamanan,, terkadang kecepatan harus dikorbankan.

Hal tersebut disebabkan belum adanya mekanisme konsensus yang mendukung keduanya secara besar.

Tapi salah satu yang sudah menuju ke tahap kesempurnaan tersebut adalah Blockchain Velas yang mengintegrasikan Artificial Intelligence untuk menciptakan blockchain yang aman dan cepat.

Masa Depan Blockchain 3.0

Beberapa solusi yang telah disebutkan dari Blockchain 3.0, masih dalam tahap awal, dan terdapat beberapa proyek crypto lain yang belum dibahas.

Saat ini, masih sulit untuk dinyatakan, mana proyek dengan Blockchain 3.0 yang akan lebih sukses dari yang lainnya.

Tapi, saat ini sangat banyak pihak yang mengembangkan Blockchain 3.0 secara konsisten.

Para pihak tersebut mengembangkan Blockchain 3.0 dengan harapan positif untuk masa depan yang terdesentralisasi.

Sehingga, nampaknya terdapat potensi yang baik untuk hilangnya beberapa masalah dari blockchain saat ini untuk blockchain yang lebih efisien dan hemat di masa depan.

Top exchange
Lihat semua

Pertanyaan penting

Apa Itu Blockchain 3.0?

Sebuah istilah baru untuk menjelaskan inovasi dalam dunia blockchain, terutama untuk menghadapi beberapa masalah.

Solusi Skalabilitas Blockchain 3.0?

Saat ini, beberapa crypto telah menerapkan sistem privasi ke dalam protokolnya, seperti Monero, Dash, dan ZCash.

Apa itu Integrasi?

integrasi jaringan dengan protokol blockchain yang sudah ada sebelumnya.

Blockchain 3.0?

Blockchain 3.0 akan menerapkan sistem yang sama yang mempermudah jembatan hubungan antara dunia nyata dan blockchain.

Bagaimana Masa Depan Blockchain 3.0?

Beberapa solusi yang telah disebutkan dari Blockchain 3.0, masih dalam tahap awal, dan terdapat beberapa proyek crypto lain yang belum dibahas.

Felita Setiawan

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.

Rekomendasi aplikasi beli bitcoin