Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

WEF Bagikan Visi untuk Ekonomi Global Terdesentralisasi

Wafa Hasnaghina     Friday, May 15 2020

Beberapa teori konspirasi melihat World Economic Forum (WEF) sebagai komplotan rahasia yang berusaha menguasai dunia dan menjaga warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari di bawah kuasa mereka.

Komentator “anti-Davos” semacam itu mungkin tidak akan berbesar hati ketika mengetahui sudah lebih dari satu tahun, Dewan Blockchain Global WEF bekerja dalam diam pada sebuah proposal yang dimaksudkan untuk menciptakan fondasi bagi ekonomi yang terdesentralisasi.

CEO dan pendiri Clovyr, Amber Baldet dan David Treat, direktur pelaksana senior di Accenture, yang hadir di acara Konsensus lalu: Akan ada pengarhan pagi ini untuk membahas keanggotaan di dewan dan pembuatan Presidio Principles.

Aturan dasar tersebut diarahkan kepada orang-orang, mulai dari insinyur perangkat lunak hingga politisi, untuk membangun sistem yang memungkinkan Revolusi Industri Keempat, sebuah fenomena yang belum terlalu bisa didefinisikan, di mana kehidupan manusia benar-benar ditransformasikan oleh serangkaian digitalisasi, teknologi biologis, maupun fisik.

Presidio Principles

Prinsip-prinsip tersebut bertujuan untuk menciptakan “visi bersama tentang bagaimana menyeimbangkan kepercayaan dan kekuatan di antara para pencipta dan pengguna aplikasi yang membangun atau menggabungkan beberapa karya yang terdesentralisasi.”

Ketika pemain utama mulai menganggap serius infrastruktur terdesentralisasi, mudah bagi orang yang skeptis untuk menganggap bahwa konsep itu pasti akan mudah. Sedangkan, bukan dengan cara itu Treat melihatnya. “Sering sekali dalam percakapan yang kita miliki, kita mengambil pendekatan biner yang tumpul,” ujarnya. “Seseorang dapat melihat data saya atau mengawasi saya atau mengaudit saya,  atau juga mereka tidak bisa melakukannya. Dan tidak ada sesuatu di dunia yang kita tinggali, yang benar-benar biner itu.”

Namun, menemukan pendekatan yang seimbang antara kepercayaan dan juga ketidakpercayaan membutuhkan setidaknya, kita semua untuk berada di halaman yang sama dalam mencari arti dari istilah-istilah itu sebenarnya. Dan kita tidak dalam kondisi tersebut,” ujar Baldet.

“Ruang inovasi teknologi khusus ini penuh dengan bahasa yang belum terlalu dipahami, orang-orang hanya saling berbicara kepada orang-orang di kiri, kanan, dan tengahnya saja. Kemampuan kita untuk memiliki bahasa yang sama itu sangat penting.”

Baca juga: Forum Ekonomi Dunia Rilis Laporan Terkait Keaman Cyber Blockchain

Lebih lanjut, Bahasa telah menjadi fokus utama tim tersebut, yang menurut Baldet digunakan untuk menjangkau komunitas minat lain agar mendapat umpan balik.

Untuk Treat, sekali saja hal tersebut terjadi dan kita semua akhirnya bisa saling memahami, kita sebenarnya dapat mulai menyelaraskan teknologi dengan nilai-nilai sosial yang kita inginkan. “Titik terang mengenai hal ini  adalah teknologi memberi kita cara yang lebih baik dan semakin baik lagi untuk melakukan aksi tersebut,” ujarnya.

Misalnya, kami sekarang dapat berbagi data yang dienkripsi atau memisahkan informasi sensitif seraya menjaga data yang dibagikan bersama. Sekarang kita dapat melakukan lebih banyak lagi, seperti mengirim mata uang digital secara langsung pada orang lain. Kita harus mengetahui dengan jelas mengenai nilai-nilai apa yang akan kita gunakan. Itu lah mengapa ada, Presidio Principles.

Agar lebih jelas, prinsip-prinsip tersebut tidak sama dengan protokol. Prinsip ini adalah sebuha sistem etika. Oleh karena itu, dalam pandangan Baldet, pada akhirnya, desentralisasi bukan tentang menciptakan sistem tunggal tetapi tentang menyusun standar universal yang memungkinkan keragaman pilihan. Misalnya, Anda menggunakan Zoom untuk rapat karena memang itu fungsinya, atau misalnya, Anda juga bisa bertemu dalam game online, atau lebih lagi Anda dapat memiliki alat yang membuat lebih banyak solusi untuk aktivitas pribadi Anda.

Baldet mengatakan, “Saya berharap orang dapat memahami bahwa desentralisasi bukan hanya ‘oh, kita semua akan mengadopsi sebuah protokol,’ tetapi lebih tentang memiliki semua pilihan yang berbeda-beda ini.”

Sumber