Hack dan Scam · 5 min read

Waspada Scam Kripto Berbasis Deepfake CEO Apple di Event iPhone 16

Selasa, 10 September 2024
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Peluncuran iPhone 16 oleh Apple baru-baru ini diwarnai oleh upaya penipuan daring menggunakan teknologi deepfake, yang menampilkan versi palsu dari CEO Apple, Tim Cook. Para penipu memanfaatkan momentum acara besar ini untuk menyiarkan video langsung di YouTube, menampilkan sosok Cook palsu yang mempromosikan investasi kripto yang sebenarnya adalah tipuan.

Pada 9 September, pengguna X bernama BearPig mengungkap adanya siaran langsung palsu di YouTube yang dioperasikan oleh akun tiruan dari Apple. Siaran tersebut menampilkan sosok Tim Cook hasil rekayasa AI, yang mengajak penonton untuk mengirimkan aset kripto seperti Bitcoin, Ether, USDT, atau Dogecoin ke alamat “kontribusi” dengan janji akan menerima kembali dua kali lipat dari jumlah yang dikirimkan.

“Setelah Anda menyelesaikan setoran, sistem secara otomatis akan memproses dan mengirimkan kembali jumlah kripto yang Anda depositkan dalam jumlah dua kali lipat,” ucap Tim Cook palsu dalam siaran tersebut.

Baca juga: Akun Instagram McDonald’s Diretas untuk Promosi Scam Meme Coin

Penipu Manfaatkan Momentum Selama Peluncuran iPhone 16

Insiden ini terjadi bersamaan dengan acara resmi Apple bertajuk Glowtime pada 10 September pukul 24.00 WIB, di mana Apple memperkenalkan seri iPhone 16 terbarunya.

Salah satu siaran palsu ini disiarkan oleh saluran YouTube yang meniru nama Apple US, lengkap dengan tanda verifikasi, sehingga tampak seperti saluran resmi. Lebih dari 355.000 orang tercatat menonton siaran tersebut, meskipun sebagian besar diperkirakan adalah bot yang digunakan untuk menambah kesan legitimasi.

Menanggapi hal ini, TeamYouTube telah mengeluarkan pernyataan melalui akun X resminya dan mengakui adanya siaran penipuan dan mendesak pengguna untuk melaporkan video yang mencurigakan. Pihak YouTube juga memastikan bahwa siaran palsu tersebut telah dihapus, dan akun yang bertanggung jawab atas penipuan telah ditutup.

Kasus ini menambah daftar panjang penipuan yang memanfaatkan teknologi deepfake, khususnya yang menargetkan tokoh publik dalam acara besar. Pada Agustus lalu, Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) juga melaporkan penutupan situs web Quantum AI, yang digunakan untuk penipuan investasi kripto palsu.

Situs tersebut menipu korban dengan memanfaatkan dukungan palsu dari selebritas AS ternama seperti Chris Hemsworth dan Elon Musk, menawarkan keuntungan besar dengan modal awal yang sangat rendah.

Baca juga: Australia Berantas 615 Situs Scam Kripto dalam Setahun Terakhir

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.