
Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Harga · 8 min read
Pasar kripto kembali menunjukkan tren pelemahan, ditandai dengan penurunan volume perdagangan dan harga koin kripto yang belum mampu pulih secara signifikan. Para analis melihat kondisi ini sebagai indikasi bahwa momentum pasar mulai kehilangan tenaga, sementara antusiasme trader pun semakin menurun.
Data dari CoinGecko menunjukkan bahwa volume perdagangan kripto telah mencapai puncaknya di kisaran US$440 miliar pada 4 Februari 2025. Namun, hingga artikel ini ditulis (13/3/2025), angka tersebut telah turun drastis menjadi US$122 miliar.
Dalam postingannya di X, hasil analitik Santiment menilai bahwa penurunan ini merupakan tanda bahwa minat trader terhadap pasar kripto mulai melemah. Analis menyebut bahwa turunnya volume perdagangan, bahkan ketika harga mengalami sedikit kenaikan, sering kali menjadi indikasi bahwa pelaku pasar semakin ragu dan kehilangan kepercayaan terhadap tren kenaikan harga.
“Volume yang menyusut selama rebound kecil tidak selalu merupakan sinyal bearish langsung, tetapi volume adalah metrik yang mengukur partisipasi dari trader ritel dan institusi. Jika kedua kelompok ini menunggu satu sama lain untuk mendongkrak kapitalisasi pasar agar dapat melakukan pergerakan berikutnya, hal ini dapat menyebabkan stagnasi harga dengan sedikit pergerakan dan sedikit kecenderungan untuk berbelok ke arah bawah,” tulis Santiment.
Dalam konteks ini, pelemahan volume perdagangan di tengah kenaikan harga kecil bisa menjadi tanda awal bahwa pasar sedang kehilangan momentum. Tanpa partisipasi beli yang kuat, reli harga berisiko kehilangan tenaga dan berujung pada koreksi yang lebih dalam.
“Oleh karena itu, hingga aktivitas perdagangan meningkat secara signifikan, sentimen pasar yang berhati-hati kemungkinan akan mendominasi,” tambahnya.
Baca juga: Inflasi AS Melambat di Februari, Pasar Kripto Tetap Stagnan
Selain volume perdagangan yang lesu, kapitalisasi pasar kripto juga mengalami koreksi besar. Sejak puncaknya di US$3,8 triliun pada 18 Januari 2025, total valuasi pasar telah menyusut sekitar 26% ke US$2,8 triliun hingga artikel ini ditulis, menandakan selisih nilai hingga US$1 triliun.
Adapun dalam 10 hari terakhir, kapitalisasi pasar kripto telah mencatat penurunan mencapai 15% di tengah volatilitas tinggi. Laporan dari Glassnode pada 5 Maret 2025 mencatat bahwa kondisi pasar saat ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran akan perang dagang global, serta rencana pembentukan cadangan aset kripto strategis oleh pemerintah Amerika Serikat.
Di sisi lain, Crypto Fear & Greed Index kripto, yang mengukur sentimen trader terhadap kondisi pasar, kini masih berada di zona Fear atau ketakutan, dengan skor 45 banding 100, menurut data Alternative.me. Indeks ini terus menunjukkan zona di bawah skor 50 sejak 21 Februari 2025, menandakan bahwa sentimen pasar tetap cenderung pesimistis.
Baca juga: Indeks Kripto Sentuh Level Extreme Fear Usai Bitcoin Turun ke US$86.000
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.