Berita Industri · 5 min read

Volume Trading DEX Turun Pada Q2 2023, Uniswap Masih Dominan

Uniswap Unicorn DeFi

Volume perdagangan spot di exchange terdesentralisasi (DEX) mengalami penurunan pada kuartal dua tahun 2023.

Menurut laporan Coingecko (18/7), volume perdagangan di DEX hanya berkisar di angka US$155 miliar, mengalami penurunan -28,1%.

Namun, penurunan pada volume perdagangan platform DEX masih jauh lebih baik dibandingkan platform exchange terpusat yang anjlok hingga 43,2%.

Penurunan volume perdagangan spot disinyalir merupakan imbas dari gugatan hukum oleh regulator kepada sejumlah exchange kripto terpusat yang beroperasi di Amerika Serikat.

Investor kini mulai beralih ke DEX dikarenakan tindakan hukum regulator AS terhadap perusahaan-perusahaan kripto dan krisis perbankan yang menyebabkan penurunan stablecoin USDC.

Performa Platform DEX Q2 2023

Sementara platform DEX lainnya mengalami tren penurunan, Uniswap berhasil memperkuat posisinya sebagai DEX terbesar. Uniswap berhasil meningkatkan dominasi volume perdagangannya hingga mencapai 70% pada bulan Mei.

Sementara itu, platform Curve berada di peringkat kedua dengan total volume perdagangan mencapai 11% pada bulan Juni.

Di sisi lain, platform TraderJoe yang merupakan DEX berbasis Binance Smart Chain mengalami penurunan. Meskipun pada kuartal sebelumnya TraderJoe masuk ke dalam 10 besar platform, namun pada akhir kuartal kedua, pangsa pasar TraderJoe hanya mencapai 0,3%.

Baca Juga: Volume Trading Spot Kripto Anjlok 36% di Kuartal Kedua

Performa Chain di DEX

Laporan Coingecko menyebutkan bahwa Ethereum tetap menjadi rantai (chain) terpopuler di kalangan para trader DEX, pangsa pasarnya mencatat 57%. Pada kuartal kedua, Ethereum berhasil mencatat volume perdagangan DEX sebesar US$87,8 miliar, yang mewakili 57% dari total perdagangan di berbagai rantai.

Namun, volume perdagangan di blockchain Ethereum mengalami penurunan lebih dari 44% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, ketika mencapai US$158 miliar dengan pangsa pasar 74%.

Di sisi lain, Arbitrum berhasil mencuri posisi kedua dalam pangsa pasar DEX pada akhir Juni, dengan dominasi sebesar 17% dari total keseluruhan.

Sementara itu, Binance Smart Chain (BSC) mengambil pangsa pasar 10% dan menjadi pesaing setelah Ethereum. Di posisi keempat, ada Polygon dengan volume perdagangan tertinggi dan pangsa pasar sebesar 6%. Keempat rantai tersebut menyumbang lebih dari 95% dari total volume perdagangan di berbagai platform DEX pada bulan Juni.

Baca Juga: Apa itu DEX Exchange? Panduan untuk Pemula

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anggita Hutami

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.