Vincent Poon Bagikan Pendapatnya Tentang Dampak Halving Bitcoin

Wafa Hasnaghina

30th April, 2020

Bitcoin Halving adalah peristiwa ketika rewards untuk menambang blok baru terpotong menjadi setengah, dan itu terjadi pada setiap 210.000 blok. Jika kita melihat sejarahnya, jumlah rewards asli ditetapkan pada 50 BTC, tetapi kemudian berkurang menjadi 25 koin, kemudian lagi menjadi 12,5 koin dan itu akan kembali turun menjadi 6,25 koin setelah halving ketiga nanti.

Halving Bitcoin ini akan membuat Bitcoin lebih sulit untuk diperoleh dan salah satu keuntungannya dari halving ini adalah peristiwa ini dapat membuat kenaikan pada harga Bitcoin. Bitcoin Halving sendiri telah terjadi dua kali, pertama pada 2012 di mana rewards penambangan dibagi menjadi dua dari 50 BTC menjadi 25 BTC. peristiwa kedua terjadi pada tahun 2016, dari 25 BTC menjadi 12,5 BTC dan untuk peristiwa ketiga yang diprediksi akan terjadi pada Mei 2020 nanti, rewards penambangan akan dibagi menjadi 6,25 BTC.

Setelah peristiwa-peristiwa halving tersebut, Bitcoin telah mengalami lonjakan harga, dan pernah mencapai rekor All-Time-High di 2017 dengan harga mencapai $20.000, setahun setelah peristiwa halving kedua.

Banyak yang percaya peristiwa halving ketiga nanti tidak akan berbeda dari sebelumnya. Mereka berharap peristiwa tersebut akan berdampak pada kenaikan harga Bitcoin, kemudian membuat orang tertarik untuk membeli Bitcoin, dan meningkatkan adopsi penggunaan Bitcoin di berbagai sektor.

Namun, peristiwa halving tahun ini datang di tengah pandemi dan krisis global. Jadi, apakah masih akan memiliki dampak seperti yang diharapkan?

Vincen Poon, wakil presiden di Bithumb Global, membagikan pendapatnya tentang dampak halving Bitcoin tahun ini karena pandemi dan kondisi global yang tidak stabil.

Menurutnya, “Berdasarkan data historis, halving tampak mendorong harga BTC, tahun ini sedikit berbeda karena adanya krisis ekonomi secara globab akibat virus corona. Tetapi, tampaknya virus corona tidak begitu berdampak pada ekonomi Bitcoin yang jauh dibandingkan dengan aset lain seperti saham. Bitcoin terkadang jatuh disebabkan oleh kas keluar yang besar dari skema piramida yang harus dicermati oleh semua orang. Sejauh ini halving belum menyebabkan crash pada harga.”

Namun, dalam hal apakah Bitcoin akan kembali ke harga $20.000, Vincent berpendapat dia juga meragukannya kecuali ada berita besar bersifat positif dari pemerintah terkemuka seperti Tiongkok atau AS di mana dana yang disahkan dapat mendiversifikasi portofolio mereka pada aset crypto.

Selain harga, halving Bitcoin juga dapat memengaruhi penambang karena penambang memiliki keputusan apakah akan terus menambang Bitcoin atau berhenti. Terlepas dari apakah beberapa penambang mungkin berhenti atau tidak, penambang yang lebih sedikit selaras dengan akan ada lebih sedikit kompetisi dalam permainan penambangan ini.

“Secara umum, Halving adalah kabar baik bagi masyarakat,” ujar Vincent.

Pada peristiwa kali ini, Vincent juga memberikan beberapa tips kepada para trader yang ingin berinvestasi dalam crypto. Dia menyarankan trader harus ekstra tekun ketika berinvestasi dalam altcoin apapun karena kapitalisasi pasar dari altcoin kecil dan mudah dimanipulasi, terutama ketika datang berita baik secara umum.

Jadi, apakah Anda siap untuk halving Bitcoin tahun ini? Jangan lupa pastikan Anda memiliki keputusan yang matang sebelum berdagang dan berinvestasi dalam crypto terlebih dengan adanya peristiwa halving ini.