Berita Mining · 5 min read

Venezuela akan Hentikan Suplai Listrik untuk Mining Kripto

Senin, 20 Mei 2024
Venezuela cabut listrik mining kripto
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Pemerintah Venezuela mengambil tindakan tegas terhadap operasi penambangan mata uang kripto di wilayahnya, dengan alasan kekhawatiran atas konsumsi listrik yang berlebihan dan dugaan korupsi dalam industri tersebut.

Menurut laporan dari outlet berita lokal (18/5/2024), Kementerian Tenaga Listrik di Venezuela telah mengumumkan rencana untuk memutuskan sambungan penambangan aset kripto dari jaringan listrik nasional.

Sita 11.000 Alat Mining Kripto

Pemerintah setempat telah menyita lebih dari 11.000 perangkat penambangan kripto, yang dipimpin oleh Gubernur Rafael Lacava dari negara bagian Carabobo.

Tindakan tersebut akan fokus pada pengurangan energi yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan ini karena negara ini terus-menerus menghadapi pemadaman listrik akibat kekurangan pembangkit listrik akibat beberapa tantangan terkait iklim dan sanksi.

Lacava menekankan pentingnya kolaborasi publik dalam mengidentifikasi operasi penambangan ilegal, dan mendesak warga untuk melaporkan setiap aktivitas yang melanggar hukum.

Baca juga: Tether akan Bekukan Wallet Terkait Venezuela yang Hindari Sanksi AS

Tindakan pemerintah Venezuela mencerminkan langkah serupa yang terlihat di negara-negara lain dengan kebutuhan listrik yang besar dari operasi penambangan mata uang kripto.

Negara-negara seperti China dan Kazakhstan telah menerapkan peraturan ketat atau larangan langsung terhadap penambangan kripto sebagai tanggapan terhadap masalah konsumsi energi.

Di Kazakhstan, delapan operator penambangan mata uang kripto besar menulis surat terbuka kepada Presiden Kassym-Jomart Tokayev, menyoroti tantangan yang ditimbulkan oleh tingginya harga energi bagi para penambang.

Bagian dari Kasus Korupsi Mining Kripto Venezuela

Sementara itu, langkah ini juga merupakan bagian dari dari inisiatif anti-korupsi Venezuela beberapa pejabat tinggi ditangkap karena kasus terkait penambangan kripto.

Joselit Ramírez, mantan kepala Pengawasan Nasional Aset Kripto, telah terlibat dalam tuduhan korupsi, menggarisbawahi tekad pemerintah untuk membasmi penyimpangan di sektor ini.

Pada bulan Maret 2023, pemasok energi negara tersebut menutup fasilitas penambangan kripto secara nasional sebagai bagian dari investigasi korupsi yang melibatkan perusahaan minyak negara. Muncul tuduhan bahwa pejabat pemerintah menjalankan operasi minyak paralel dengan bantuan departemen kripto nasional.

Baca juga: Pejabat Diduga Korupsi, Fasilitas Mining Kripto Venezuela Ditutup!

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.