VC dari Korea Selatan Mendanai Startup Blockchain Pertama

By Aulia Medina     Saturday, October 6 2018

KIP (Korea Investment Partners), Venture Capital yang berbasis di Seoul dan merupakan VC terbesar Korea Selatan, tengah berinvestasi pada startup blockchain pertamanya.

Diumumkan pada Selasa (2/9), KIP berinvestasi dengan jumlah yang dirahasiakan pada Temco, sebuah startup berbasis blockchain yang bertujuan untuk merevolusi sistem manajemen rantai pasokan untuk usaha kecil menengah (UKM) menggunakan teknologi blockchain. Secara spesifik, menurut website Temco, vendor bisa melacak pergerakan produk dari distribusi hingga konsusi akhir pada blockchain, kemudian berbagi datanya.

“Temco sudah lebih dari siap untuk mengubah proses rantai pasokan yang sebelumnya,” ujar Jong Hyun Kim, anggota dewan investasi fintech dari KIP. “Bukan hanya Temco melebihi solusi bisnis yang sudah ada, tetapi juga menjadi contoh utama dari potensi teknologi blockchain.”

 

Artikel terkait: Korea Selatan Resmi Menerima Cryptocurrency

 

KIP biasanya berinvestasi pada perusahaan Korea bernilai miliaran dolar, seperti situs mesin pencari terbesar, Naver, dan Kakao, operator dari aplikasi pengiriman pesan di Korea, Kakao Talk.

Beritanya mengindikasi perubahan peraturan akan industri blockchain, setelah otoritas keuangan domestik di Korea Utara menetapkan peraturan ketat untuk penjualan serta operasional cryptocurrency tahun lalu. Sejak itu, mulai muncul dukungan besar untuk peraturan akan blockchain.

Misalnya di awal Agustus, gubernur provinsi Jeju, Won Hee-ryong, mengizinkan Pulau Jeju menjadi zona bebas untuk startup crypto yang ingin melakukan aktivitas terkait ICO.

Kemudian pada September, pemerintah Korea Selatan dilaporkan telah berinvestasi hingga $880 juta pada 2019 untuk mendorong inovasi teknologi di negara ini dengan porsi dana untuk mengembangkan teknologi blockchain untuk keamanan manajemen data dan meningkatkan sharing economy.

Sumber: Coindesk