Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Universitas Terbuka Ini Rilis Sertifikasi Imunitas Covid-19 dengan Blockchain

febrian surya     Wednesday, April 22 2020

Universitas Terbuka Inggris (OU) mengumumkan telah merilis prototype perangkat lunak untuk aplikasi seluler, yang bertujuan untuk mengesahkan hasil tes kekebalan Covid-19 dengan blockchain. Untuk membantu dalam pengujian dan hasil pengujian, serta sertifikasi vaksinasi.

Hal ini bisa berguna bagi petugas medis dan pekerja lainnya untuk membuktikan bahwa mereka terbebas dari infeksi Covid-19 setelah dilakukan pengujian dan hasil pengujian imunitas dan mereka telah diberikan dan memiliki antibodi. Mereka nantinya akan diperbolehkan untuk bekerja kembali dengan sebuah sertifikasi digital yang menyatakan  telah lulus tes pengujian Covid-19. Tes ini bisa dilakukan oleh dokter dan apoteker.

Teknologi ini memiliki aspek menarik dikarenakan memiliki solusi yang disebut Solid Pod, Pod adalah data informasi pribadi online yang menggabungkan identitas dan data lainnya seperti foto. Sehingga, para pengguna aplikasi seluler ini memiliki data pribadi yang terdesentralisasi dan terpisah dengan aplikasi. Hal ini bertujuan agar pihak pengembang atau perusahaan aplikasi tidak bisa mengakses data pribadi pengguna.

Bagi keperluan Universitas Terbuka UK saat ini, Pod akan digunakan untuk menyimpan sertifikasi digital dari tes kekebalan Covid-19 dengan menggunakan standar W3C Verificable Credentials, yang memungkinkan semua informasi yang sama antara verifikasi digital dan verifikasi fisik dengan penambahan teknologi, seperti tanda tangan digital yang dapat diverifikasi lebih jelas dan dapat lebih dipercaya dibanding fisiknya.

Jadi, ketika sertifikasi kekebalan Covid-19 dibuat dan ditambahkan ke Pod, hash pengguna akan disimpan secara aman di konsorsium blockchain. Bila seseorang memeriksa informasi terkait sertifikasi kekebalan tersebut, aplikasi akan mencocokkan hash terlebih dahulu orang tersebut apakah cocok atau tidak dengan sertifikat digital yang dikeluarkan sebelumnya.

“Seperti banyaknya peneliti, tim blockchain kami juga sangat termotivasi untuk memberikan bantuan untuk menyelesaikan pandemi Covid-19 secara global ini. Di mana, blockchain dapat digunakan untuk membantu menyimpan sertifikat kekebalan secara digital, dan aplikasi ini siap untuk digunakan secara umum untuk menyimpan hasil tes pengujian kekebalan Covid-19, bila vaksin Covid-19 benar-benar telah ditemukan” ungkap Profesor John Domingue, Direktur Knowledge Media Institute.

Selain itu, sudah banyak perusahaan-perusahaan teknologi dan kesehatan telah berpartisipasi dalam sebuah proyek Covid Credentials Initiative (CCI), yang juga mengembangkan sertifikat kekebalan Covid-19, yang terdiri dari Microsoft, ID2020, Evernym, uPort, dan ConsenSys Health.

Platform  IoT blockchain Nodle.io, yang dikembangkan oleh Apple dan Google juga telah diluncurkan sebagai aplikasi yang bisa melakukan pelacakan kontak yang menggunakan Bluetooth untuk merekam pertemuan dengan ponsel terdekat dan pemiliknya. Hal ini untuk mempermudah pelacakan orang-orang yang pernah berinteraksi dengan pasien yang terinfeksi Covid-19.

Sumber