Uniswap Uji Coba Kontrak V3 di Testnet Ethereum, Ini Tanggal Peluncurannya

Naufal Muhammad

22nd April, 2021

Bursa Terdesentralisasi (DeX) terbesar di dunia, Uniswap (UNI) telah meluncurkan empat smart contract di Tesnet Ethereum.

Peluncuran tersebut membuat semakin dekatnya Uniswap dengan pembaruan V3 yang dikabarkan akan terjadi dalam waktu dekat.

Pembaruan Uniswap V3 Semakin Dekat

Peluncuran kontrak tersebut merupakan sebuah pencapaian akibat berhasil menjalankannya dengan lancar di jaringan uji coba atau Testnet Ethereum.

Pada 21 April 2021, pengumuman Uniswap Labs menyatakan bahwa protokol inti Uniswap V3 dan smart contracts yang terikat dengannya telah diluncurkan.

Empat kontrak tersebut telah diuji coba ke empat jaringan uji coba di Ethereum yaitu Ropsten, Rinkeby, Kovan, dan Goerli.

Alamat Testnet dan inti kontrak smart contracts telah dipublikasi ke Github, dengan Uniswap mengingatkan bahwa alamat tersebut bukan alamat akhir.

Maksud pernyataan tersebut adalah Uniswapmemiliki kemungkinan untuk merubahnya sehingga masih perlu perhatian lagi oleh pengguna.

Baca juga: Mengenal UniLayer Platform Trading Desentralisasi di Uniswap

Saat ini, “perlombaan” untuk mendapatkan imbalan dari menemukan kekurangan jaringan telah dimulai sejak 23 Maret 2021.

Terdapat hadiah sebesar $500.000 atau Rp7,25 Miliar untuk pihak yang bisa menemukan kekurangan atau kerusakan pada kontrak V3.

Menurut sumber resmi Uniswap, kemungkinan besar Mainnet atau peluncuran resmi akan terjadi pada 5 Mei 2021.

Dalam pembaruan ini, Uniswap melakukan perubahan terhadap sistem pendapatan dari farming liquidity provision yang berbeda.

Volume Perdagangan Bursa Meningkat

Uniswap sebagai DeX juga mengalami apresiasi dalam volume perdagangan, yang mencapai $10 Miliar atau Rp145,16 Triliun pertama kali dalam sejarah.

Pendiri Uniswap membuat cuitan menyatakan bahwa angka ini adalah angka tertinggi sejak enam bulan yang lalu dengan apresiasi volume mingguan sebesar 25,7%.

Apresiasi ini terlihat menarik akibat dapat terus terjadi walau biaya transaksi di Blockchain Ethereum yang masih tinggi.

Dengan tingkat volume saat ini, pendiri Uniswap menyatakan volume perdagangan tahun ini dapat melebihi $500 Miliar atau Rp7.258,3 Triliun.

Uniswap saat ini menjadi pusat utama dalam sektor DeFi, dengan semakin banyaknya proyek yang terhubung ke DeX tersebut.

Baca juga: Uniswap Raih Volume Transaksi $100 Miliar! Ini Target Harga Selanjutnya

Beberapa proyek tersebut berusaha untuk mengurangi permasalahan di Sektor DeFi, dan Uniswap kemungkinan akan mendapatkan dampak positifnya.

Pertumbuhan di Sektor DeFi ini telah berhasil mendorong harga UNI naik cukup signifikan, dan berada di atas $36 atau Rp523.000 saat ini.

Kemungkinan besar apresiasi ini akan berlanjut karena pergerakannya yang masih terlihat positif walau sedang kesulitan menembus batas atas harga.

Grafik Harian UNIUSD

Saat ini kemungkinan besar UNI akan mengalami koreksi terlebih dahulu sebelum naik lebih tinggi akibat masih terlihat positif.

Ke depannya, jika batas atas pada Rp561.000 dapat ditembus, kemungkinan besar apresiasi akan terus berlanjut.

Namun apresiasi hanya akan berlanjut jika batas bawah pada Rp520.000 hingga Rp490.000 masih terus terjaga untuk menjaga pergerakan apresiasi.

Target jangka panjang UNI kemungkinan besar berada pada sekitar Rp906.000 yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.

Indikator RSI dan MACD masih terlihat berada di zona beli yang menandakan potensi pergerakan positif ke depannya.

Dengan harga yang masih berada di atas MA Cross dan banyaknya sentimen positif di sekitar UNI, pergerakan ke depannya diprediksi masih akan positif.

Namun diperlukan analisis pribadi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli UNI akibat risiko ditanggung oleh masing-masing trader dan investor.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.