Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Editors Choice · 8 min read

Ether (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia, kembali mengalami tekanan, dengan harga yang merosot ke level US$2.400 setelah mencatat reli signifikan ke rekor tertinggi mingguan di US$2.700. Penurunan ini turut disusul dengan likuidasi besar-besaran di pasar kripto.
Data CoinMarketCap pada Senin (19/5/2025) menunjukkan bahwa ETH telah turun dari US$2.580 ke harga saat ini di US$2.392, mencatat penurunan lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir. Ini diikuti dengan kapitalisasi pasar Ether yang terus anjlok di US$288 juta.

Secara luas, pasar kripto menunjukkan pelemahan, dengan nilai pasar global menyusut sekitar 1,40% menjadi US$3,25 triliun. Bitcoin (BTC) turun tipis kurang dari 1% ke level US$103.000, sementara altcoin besar lainnya seperti XRP (XRP) dan Solana (SOL) mencatat koreksi masing-masing sebesar 2,3% dan 4,5%.
Baca juga: Bitcoin Makin Dekat ke ATH, Ini Tiga Faktor Pendorongnya
Salah satu pemicu utama turunnya harga ETH adalah lonjakan likuidasi posisi long yang terjadi dalam waktu singkat. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, lebih dari US$263 juta atau setara Rp4,3 triliun nilai posisi ETH dilikuidasi, di mana sebagian besar atau senilai US$205 juta berasal dari posisi long yang bertaruh kenaikan harga.

Ketika trader membuka posisi long dengan leverage tinggi dan harga tidak bergerak sesuai harapan, platform exchange akan secara otomatis menjual aset mereka untuk menutup kerugian. Fenomena ini memicu efek domino likuidasi paksa, yang mempercepat penurunan harga ETH secara drastis.
Adapun, deleveraging ini juga terlihat di seluruh pasar kripto, di mana total likuidasi untuk seluruh aset mencapai US$665 juta atau setara Rp11 triliun, dengan lebih dari US$466 juta terjadi di posisi long.
Baca juga: 3 Katalis yang Bisa Dorong Ethereum ke ATH Baru di 2025!
Di antara alasan lainnya, penurunan harga kripto saat ini terjadi bersamaan dengan gejolak di pasar keuangan global menyusul keputusan Moody’s Ratings yang menurunkan peringkat kredit Amerika Serikat dari Aaa menjadi Aai pada 17 Mei 2025.
Alasan di balik keputusan ini mencakup membengkaknya utang nasional AS yang kini mencapai US$36 triliun, defisit fiskal yang terus berlanjut, beban bunga yang meningkat, serta kurangnya kemauan politik untuk mengendalikan pengeluaran.
Penurunan rating ini membuat pasar finansial global terguncang, di mana imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS melonjak tajam, mencerminkan sentimen risk off di kalangan investor yang mulai menghindari aset berisiko, termasuk kripto.
Adapun menurut analis pasar dari The Kobeissi Letter, kenaikan yield ini tetap terjadi meski ada tekanan resesi, inflasi yang mulai menurun, dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Di sisi lain, Federal Reserve AS masih bersikap tegas untuk tidak menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Berdasarkan proyeksi CME FedWatch, pasar hanya memperkirakan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2025.
Baca juga: Ethereum Foundation Kenalkan 1TS, Sistem Keamanan Aset Berskala Triliunan Dolar AS
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.