Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Hack dan Scam · 7 min read

Detektif onchain ZachXBT baru-baru ini mengungkap dugaan kasus pencurian Bitcoin dan melibatkan koin Monero (XMR), yang diperkirakan menjadi penyebab lonjakan harga besar-besran pada token berbasis privasi tersebut.
Dalam postingan di X pada Senin (28/4/2025), ZachXBT mendeteksi sebuah transaksi mencurigakan dilakukan dari sebuah wallet korban sebesar 3.520 Bitcoin senilai US$330,7 juta atau setara Rp5,5 triliun ke address pencuri dengan domain “bc1qc“.
Tak lama kemudian, pelaku segera memproses dana curian itu melalui lebih dari enam exchange instan untuk kemudian ditukar ke Monero (XMR).
Baca juga: Mengenal Monero Blockchain
Aksi konversi masif ini berdampak langsung pada harga Monero. Berdasarkan data CoinMarketCap, harga XMR melonjak tajam hingga 50% dan mencetak level tertinggi harian di US$339. Hingga artikel ini ditulis, harga XMR sedikit terkoreksi dan berada di kisaran $269.

Ketika ditanya apakah kelompok peretas asal Korea Utara yakni Lazarus berada di balik insiden ini, ZachXBT membantah dan menyatakan bahwa “kemungkinan besar bukan,” mengindikasikan bahwa pelakunya adalah peretas independen.
Adapun, ZachXBT menyebut bahwa korban merupakan pemegang Bitcoin jangka panjang, merespons spekulasi pengguna X lainnya yang memperkirakan bahwa Bitcoin curian tersebut datang dari kasus peretasan Bitstamp pada 2015 silam.
Monero sendiri merupakan sebuah aset kripto yang bersifat privat, dan tidak dapat dilacak. Monero menggunakan kriptografi jenis khusus untuk memastikan semua transaksinya tidak dapat dilacak dan dikaitkan secara 100%.
Di tengah dugaan pencucian dana ini, adopsi Monero di sektor ritel justru menunjukkan perkembangan positif. Misalnya, dua gerai supermarket Spar di Swiss kini mulai menerima pembayaran menggunakan XMR. Inisiatif ini berhasil diwujudkan berkat kolaborasi dengan DFX Swiss dan OpenCryptoPay.
Seorang pengguna Monero bahkan membagikan pengalamannya membayar cokelat menggunakan XMR di gerai Spar di Kreuzlingen, Swiss, pada 25 April lalu.
Baca juga: ISIS Tinggalkan Bitcoin, Beralih ke Monero
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.