Berita Altcoins · 6 min read

TON Naik 20% Usai Pavel Durov Diizinkan Tinggalkan Prancis

Senin, 17 Maret 2025
PAVEL DUROV
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Harga Toncoin (TON), aset native dari The Open Network (TON) dan aset penggerak ekosistem mini-app Telegram, mengalami lonjakan lebih dari 20% setelah Founder Telegram, Pavel Durov, mendapatkan kembali paspornya dari otoritas Prancis dan dilaporkan telah meninggalkan negara tersebut untuk pindah ke Dubai.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (17/3/2025) pagi, TON melonjak dari US$2,93 ke level tertinggi harian US$3,60 dalam waktu 24 jam terakhir. Namun, hingga artikel ini ditulis, harga TON sedikit terkoreksi ke kisaran US$3,53.

Grafik harga TON dalam 24 jam terakhir. Sumber: CoinMarketCap

Selain harga yang meningkat, Open Interest (OI) TON, sebuah metrik yang mengukur jumlah total kontrak derivatif yang belum diselesaikan seperti opsi dan futures, juga mengalami lonjakan signifikan. Menurut data CoinGlass, OI TON tercatat telah mencapai US$169 juta, naik 67% dalam 24 jam terakhir, tepat setelah laporan kepindahan Durov mencuat.

OI TON mencatat lonjakan pada 16 Maret 2025. Sumber: CoinGlass

Angka ini merupakan level tertinggi sejak 1 Februari 2025, ketika OI Toncoin mencapai US$171,49 juta.

Baca juga: Telegram Buka Suara Terkait Penahanan CEO Pavel Durov

Durov Diizinkan Meninggalkan Prancis

Menurut laporan The Barron’s pada Sabtu (15/3/2025), Durov mendapatkan izin dari pengadilan Prancis untuk meninggalkan negara tersebut, yang memungkinkannya melakukan perjalanan ke Dubai.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang Prancis atau Durov sendiri di media sosial, laporan yang beredar menunjukkan bahwa kasus hukum Durov di Prancis kemungkinan telah diselesaikan, atau ia diberikan izin untuk bepergian sambil proses hukum masih berlangsung.

Sebelumnya, Pavel Durov ditangkap secara mendadak oleh otoritas Prancis di Bandara Le Bourget, Paris, pada 24 Agustus 2024. Kantor Kejaksaan Prancis, Parquet de Paris, kemudian mengeluarkan pernyataan pada 28 Agustus 2024, menuduh Durov telah menyediakan platform yang memfasilitasi transaksi ilegal melalui Telegram.

Jaksa menuntut hukuman penjara hingga 10 tahun serta denda sebesar EUR500.000. Adapun, Durov dibebaskan dari tahanan setelah membayar uang jaminan sebesar US$6 juta. Meski begitu, pihak berwenang Prancis mengharuskannya tetap berada di negara tersebut dan menghadiri pengadilan setelah penyelidikan selesai.

Durov sendiri merupakan seorang warga negara Rusia, tetapi juga memiliki paspor Prancis dan Uni Emirat Arab. Pada saat penangkapannya itu, pemerintah Rusia secara terbuka menyatakan kesediaan untuk memberikan bantuan kepada Durov.

Baca juga: CEO Telegram Ditangkap, Harga TON Anjlok!

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.