Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Exchange · 8 min read

Tokocrypto pertukaran kripto yang sudah terdaftar di Bappebti merilis sistem Proof of Reserve pada Rabu (10/5). Sistem ini berfungsi untuk memverifikasi kecukupan cadangan aset suatu exchange kripto untuk memenuhi kewajiban kepada pengguna.
“Kebijakan merilis PoR ini membuktikan dan memverifikasi bahwa Tokocrypto memiliki dana yang mencukupi untuk menutupi semua aset pengguna secara secara utuh (1:1), serta memiliki cadangan tambahan,” ungkap Humas Tokocrypto, Bianda Ludwianto dalam rilis resminya.
Baca Juga: Mengenal Proof of Reserves Sebagai Bukti Transparansi Bursa Kripto
Proof of Reserve yang ditampilkan dihitung berdasarkan total ekuitas Tokocrypto pada saat verifikasi dilakukan dan tidak mencerminkan perubahan nilai aset secara real-time. Bukti Proof of Reserve Tokocrypto juga telah terintegrasi ke layanan dompet Binance melalui fitur Tokocrypto Merkle.
Menurut situs resminya, Tokocrypto memiliki total ekuitas yang mencapai US$171,38 juta atau senilai Rp2,53 triliun.

Dari data Proof of Reserve di atas, ekuitas tertinggi di Tokocrypto didominasi oleh Bitcoin, Ethereum, BNB, USDT, BUSD, USDC, dan lainnya.
Sementara itu, untuk nilai ekuitas aset kripto bertema meme seperti Dogecoin dan Shiba Inu (SHIB), masing-masing yaitu 54,16 juta DOGE dan 714,83 miliar SHIB.
Untuk menampilkan hasil audit yang akurat dengan tetap menjaga privasi pelanggan, Tokocrypto menggunakan protokol audit Merkle Tree dan zk-SNARK.
Merkle Tree berfungsi untuk memverifikasi integritas cadangan aset dengan efisien. Sedangkan, zk-SNARKs berfungsi untuk memberikan bukti kebenaran atas cadangan aset tanpa mengungkapkan informasi sensitif pengguna.
Baca Juga: Binance Pilih Auditor Mazars, Proof of Reserve Binance Dipertanyakan
Tokocrypto juga merilis Proof of Reserves untuk stablecoin BIDR. Laporan tersebut diaudit secara independen oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) setiap semester sejak 2020. Namun, laporan terakhir kali diperbarui pada Mei 2022.

Menurut laporan Tokocrypto terkait BIDR per Mei 2022, jumlah token BIDR yang tercatat di blockchain sejalan dengan jumlah uang Rupiah yang disimpan dalam rekening koran per tanggal 31 Mei 2022, dengan perbandingan 1:1.

Dalam laporan tersebut, terdapat informasi bahwa token BIDR (BEP-20) yang dialokasikan pada blockchain memiliki nilai yang sama dengan saldo yang dijamin oleh bank. Jumlah total yang tercatat adalah sebesar Rp558.019.627.005.
BIDR adalah stablecoin dengan nilai yang dipatok sebanding dengan mata uang rupiah Indonesia (IDR). Setiap satu BIDR memiliki nilai satu rupiah.
Stablecoin BIDR bertujuan untuk memberikan stabilitas nilai dan kemudahan dalam melakukan transaksi dengan mata uang kripto di ekosistem Tokocrypto.
Baca Juga: Sama-sama Jadikan Rupiah Acuan, Ini Beda IDRT dan BIDR
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.