Tingkat Bitcoin Hash Naik Sebelum “Kesulitan” Bertambah

Wafa Hasnaghina

17th April, 2020

Bitcoin (BTC) memperlihatkan tanda-tanda pemulihan baru dengan menunjukkan tingkat hash yang rebounce ke level sebelum penurunan drastis Maret lalu.

Menurut data dari pemantauan Blockchain 15 April kemarin, tingkat hash rata-rata 7 hari Bitcoin ada di 114 kuantiliun hash per detik (jam/detik).

Tingkat BTC Hash Bulan Ini Mencapai Level Awal Maret Lalu

Catatan terakhir yang dilakukan oleh jaringan, jumlah total ada pada 2 Maret lalu. Dalam sepuluh hari berikutnya, tingkat hash rata-rata naik ke rekor 123 kuantilin jam/detik sebelum kembali memasuki ke peristiwa “Black Thursday” pada 13 Maret lalu yang menghentikan peningkatan tersebut.

Laju Hash ini mengacu pada kekuatan komputasi keseluruhan miner yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan dalam memproses transaksi Bitcoin.

Semakin tinggi angka hash rate, semakin banyak hashing power yang terlibat. Hal ini menunjukkan jaringan yang lebih kuat dan tangguh dalam menyerang pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang membuat jaringan lebih aman.

Baca juga: Bitcoin Capai Tingkat Hash Tertinggi Sepanjang Masa!

PlanB: Penyesuaian Kesulitan Selanjutnya Akan Berjalan “Epik”

Pada kenyataannya, tingkat hash adalah sebuah perkiraan. Hal itu disebabkan karena peningkatan jaringan desentralisasi yang tidak bisa ditetapkan dengan pasti. 

Meski demikian, tingkat hash yang kuat didukung oleh para analis. Seperti, tuan rumah RT Max Keizer yang sering berkomentar bahwa lonjakan harga Bitcoin cenderung mengikuti pergerakan tingkat hash yang serupa.

Pada 13 Maret lalu, ketika BTC/USD jatuh ke sekitar $3.700 pada bursa cryptocurrency, tingkat hash juga ikut turun di bawah 100 kuitiliun jam/detik. Setelah itu, terdapat retargeting kesulitan sebesar 16% pada mining Bitcoin untuk menyelaraskan keseimbangan dan juga memicu pemulihan.

Retargeting berikutnya berhasil membuat peningkatan signifikan sekitar 10% dan menjadi sesuatu yang “epik” atau luar biasa menurut PlanB.

Seperti yang dijelaskan awal bulan ini, mekanisme penyesuaian kesulitan (difficulty adjustment mechanism) adalah komponen utama yang memungkinkan Bitcoin berfungsi sebagai “hard money” yang dapat diatur sendiri dan bebas dari manipulasi.

Sumber