Berita Bitcoin · 7 min read

Tesla Untung Triliunan Rupiah dari Investasi Bitcoin di Q4 2024

TESLA BITCOIN
Coinvestasi Ads Promo Coinfest Asia 2025

Tesla, produsen mobil listrik yang dipimpin oleh miliarder AS Elon Musk, melaporkan keuntungan sebesar US$600 juta atau sekitar Rp9,7 triliun dari kepemilikan Bitcoin mereka pada kuartal terakhir 2024. Keuntungan ini tercatat berkat penerapan aturan akuntansi baru di Amerika Serikat yang memungkinkan perusahaan untuk mencatat nilai pasar aset kripto dalam laporan keuangan mereka.

Dalam laporan keuangan kuartal keempat 2024 yang dirilis pada Rabu (29/1/2025), Tesla mengungkapkan bahwa total kepemilikan aset digital mereka mencapai US$1,076 miliar pada akhir tahun 2024. Angka ini mengalami lonjakan signifikan dibandingkan beberapa kuartal sebelumnya yang hanya bernilai sekitar US$184 juta.

Di samping itu, Tesla mencatat peningkatan pendapatan berbasis prinsip akuntansi GAAP sebesar US$600 juta dari aset digitalnya. Sebagai perbandingan, total pendapatan GAAP Tesla untuk kuartal tersebut mencapai US$2,3 miliar, sehingga keuntungan dari Bitcoin menyumbang sekitar 26% dari total pendapatan perusahaan.

Meskipun Tesla tidak memberikan rincian spesifik mengenai aset digital yang mereka miliki, berbagai analisis on-chain menunjukkan bahwa seluruh kepemilikan aset digital Tesla terdiri dari Bitcoin.

Data dari BitcoinTreasuries mencatat bahwa Tesla saat ini menguasai sekitar 9.720 BTC, menjadikannya sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar keenam di dunia.

Baca juga: 2 Tahun Tak Aktif, Wallet Tesla Pindahkan Seluruh Bitcoin Senilai Rp11,8 Triliun

Dampak Aturan Akuntansi AS Baru terhadap Pelaporan Aset Digital

Kenaikan nilai kepemilikan Bitcoin Tesla ini didorong oleh implementasi standar akuntansi baru yang disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan AS (FASB). Secara singkat, aturan ini memungkinkan perusahaan untuk memasukkan nilai aset digital mereka ke dalam laba bersih perusahaan, efektif mulai kuartal pertama 2025.

Namun, perusahaan yang ingin mengadopsi aturan ini lebih awal dapat melakukannya secara sukarela, seperti yang telah diterapkan oleh Tesla.

Sebelum aturan ini diberlakukan, perusahaan hanya dapat mencatat penurunan nilai atau impairment charge dari aset digital mereka, tanpa mencerminkan potensi keuntungan dari kenaikan harga pasar.

Tesla sendiri pertama kali membeli Bitcoin senilai US$1,5 miliar pada Januari 2021 sebagai bagian dari strategi diversifikasi asetnya. Sejak saat itu, nilai kepemilikan Bitcoin Tesla mengalami fluktuasi seiring dengan pergerakan harga pasar aset kripto.

Hingga artikel ini ditulis (30/1/2025), harga Bitcoin diperdagangkan di level US$104.500, naik hampir 3% dalam 24 jam terakhir berdasarkan data dari CoinMarketCap.

Sementara itu, saham Tesla mengalami kenaikan sebesar 4,15% dalam perdagangan setelah jam kerja, setelah sebelumnya ditutup dengan penurunan 2,26% pada harga US$389,10 dalam sesi perdagangan reguler pada Rabu, menurut data Google Finance.

Baca juga: Arkham Intelligence: Tesla Masih Simpan Seluruh Kepemilikan Bitcoin

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo Coinfest Asia 2025
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.