
Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin Β· 5 min read
Arkham Intelligence, perusahaan analitik blockchain, memperkirakan bahwa Tesla masih mempertahankan seluruh kepemilikan 11.509 Bitcoin bernilai sekitar US$780 juta yang sebelumnya telah dipindahkan ke wallet anonim.
βKami percaya bahwa pergerakan wallet Tesla yang kami laporkan minggu lalu adalah rotasi wallet, dengan Bitcoin tersebut masih dimiliki oleh Tesla,β tulis Arkham dalam sebuah postingan di platform X pada Rabu (23/10/2024).
Pada 15 Oktober 2024, Tesla memecah 11.509 BTC ke dalam tujuh wallet yang masing-masing menyimpan antara 1.100 hingga 2.200 BTC. Dua alamat wallet dengan domain “1Fnhp” dan “1LERL,” menerima bagian terbesar dengan nilai masing-masing mencapai US$142,2 juta dan US$128,1 juta.
Meski alasan pasti Tesla melakukan transfer ini belum jelas, Arkham mencatat bahwa beberapa pengamat berspekulasi bahwa dana tersebut mungkin dipindahkan ke sebuah kustodian. Langkah ini diduga untuk memungkinkan Tesla milik miliarder AS Elon Musk tersebut memperoleh pinjaman dengan jaminan Bitcoin.
Baca juga: 2 Tahun Tak Aktif, Wallet Tesla Pindahkan Seluruh Bitcoin Senilai Rp11,8 Triliun
Transfer Bitcoin besar-besaran oleh Tesla tersebut awalnya memicu kekhawatiran akan potensi aksi jual besar-besaran, mengingat jumlah BTC yang besar tersebut. Namun sejak pemindahannya itu, wallet yang menerima Bitcoin Tesla masih belum melakukan pergerakan aset lebih lanjut.
Jika analisis Arkham tersebut benar, Tesla akan tetap menjadi perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar keempat setelah MicroStrategy, Marathon Digital, dan Riot Platforms, menurut data BitcoinTreasuries. Adapun, Tesla kemungkinan akan mengungkapkan rencana mereka terkait Bitcoin dalam laporan keuangan kuartal ketiga yang dijadwalkan pada 24 Oktober 2024.
Tesla pertama kali mengumumkan pembelian Bitcoin senilai US$1,5 miliar pada Februari 2021. Pada puncaknya, perusahaan ini sempat memiliki hingga US$2,5 miliar dalam bentuk Bitcoin. Sebulan setelahnya, Tesla menjual 4.320 BTC, diikuti dengan penjualan 29.160 BTC lainnya, yang secara keseluruhan menyumbang sekitar 75% dari total kepemilikan mereka pada awal 2022.
Saat Tesla pertama kali mengakuisisi Bitcoin, Elon Musk mengumumkan bahwa perusahaannya akan menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena kekhawatiran terkait dampak lingkungan dari proses penambangan Bitcoin.
Baca juga:Β Elon Musk dan Tesla Menang Gugatan Manipulasi Dogecoin
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.