Tesla Beli Bitcoin $1,5 Miliar, Apple Bakal Ikutan?

Naufal Muhammad

9th February, 2021

Tesla baru saja membeli Bitcoin senilai $1,5 Miliar yang membuat harganya naik hingga sekitar $47.500 atau setara dengan Rp665.095.000.

Apresiasi yang signifikan tersebut terjadi pada 8 Februari 2021 sekitar pukul 19.00 WIB, waktu tersebut diprediksi adalah waktu pembelian Tesla.

Akibatnya, saat ini Bitcoin mendapat banyak perhatian di sekitarnya. Salah satu pihak yang terlihat mulai memperhatikan adalah Apple.

Tesla Beli Bitcoin $1,5 Miliar

Pembelian tersebut adalah pengalokasian total dana kas sebesar 7,7% yang dimiliki Tesla.

Pengalokasian kepada Bitcoin merupakan cerminan kepercayaan Elon Musk.

Sebelumnya, CEO dari Tesla dan orang terkaya di dunia, mengatakan bahwa ia sangat mendukung Bitcoin.

Ia percaya bahwa penggunaannya sebagai alat tukar akan semakin besar.

Baca juga: Orang Terkaya di Dunia Sebut Bitcoin Semakin Diterima

Pernyataan tersebut terjadi sekitar satu pekan yang lalu. Nampaknya ia membuktikan kepercayaannya melalui pembelian ini dan Tesla pn berencana untuk menerima pembayaran berupa Bitcoin.

Pembelian oleh Tesla membuat harga Bitcoin naik secara drastis hingga 21,5%.

Akibat pembelian ini mulai banyak spekulasi mengenai perusahaan besar mana lagi yang akan membeli Bitcoin.

Satu nama yang paling sering disebut adalah Apple.

Apple Diprediksi Beli Bitcoin

Salah satu analis memprediksi bahwa jika Apple mengadopsi Bitcoin, pendapatannya dapat naik hingga $40 Miliar.

Prediksi tersebut didasarkan atas apa yang terjadi pada Square setelah perusahaan tersebut membeli Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Rally Setelah Square Beli BTC Setara Rp738 Miliar!

Hingga saat ini belum ada kabar atau konfirmasi tentang kelanjutan rencana tersebut.

Oleh karena itu belum terdapat rencana jelas mengenai adopsi atau pembelian Bitcoin oleh Apple.

Tapi, saat ini terdapat analisis bahwa jika Apple menginvestasikan hingga $20 Milar dananya, keuntungannya akan lebih besar dibandingkan jika Apple membeli sahamnya kembali.

Selain itu investasi kepada Bitcoin dapat menguntungkan Apple sebagai salah satu alat untuk pelindung terhadap inflasi.

Saat ini kapitalisasi pasar Apple berada di $2,2 Triliun yang membuat perusahaannya memiliki salah satu valuasi terbaik di dunia.

Baca juga: Berapa Banyak Bitcoin yang Tersisa Saat Ini?

Dengan sekitar $200 Miliar uang kas yang dimiliki, Apple dapat membeli sekitar 25% dari keseluruhan persediaan Bitcoin yang ada.

Sentimen Positif dapat Melanjutkan Apresiasi Bitcoin

Akibat dari kedua kabar ini, dan potensi adanya dana stimulus yang akan menurunkan nilai Dolar Amerika, permintaan terhadap Bitcoin diprediksi akan terus naik.

Sehingga harganya memiliki kemungkinan akan terus berlanjut dalam apresiasinya. Saat ini sisi teknikal juga mendukung apresiasi tersebut.

Pergerakan 4 Jam Bitcoin

Saat ini apresiasi terlihat masih kuat walau mulai terbentuk doji pada candlestick 4 Jam yang menunjukkan ketidakpastian.

Tetapi dengan banyaknya sentimen positif bersama pergerakan apresiasi yang masih kuat didukung oleh bullish divergence Indikator RSI dan cross pada MACD, kemungkinan harga akan terus naik.

Tujuan selanjutnya kemungkinan besar berada di sekitar $50.000 atau sekitar Rp700.000.000 yang bertepatan dengan titik 161,8% Fibonacci.

Risiko Depresiasi Masih Kuat

Walaupun secara teknikal terlihat Bitcoin masih akan terus naik, potensi depresiasi juga masih terlihat kuat.

Hal ini disebabkan adanya potensi tekanan jual dari pengambilan keuntungan.

Selain itu, terdapat data yang memperlihatkan bahwa volatilitas saat ini hampir mirip dengan volatilitas pada tahun 2018.

Saat itu, Bitcoin jatuh sekitar 500% dalam satu tahun yang membuat sebagian pasar mulai merasa khawatir.

Namun tidak perlu khawatir akibat kondisi saat 2018 sangat berbeda jauh dengan tahun ini karena tahun ini didominasi oleh investor institusional.

Tetapi untuk menjaga manajemen risiko, ada baiknya metode seperti dollar cost averaging digunakan untuk menjaga dana agar tetap aman.

Baca juga: 7 Tips Hindari FOMO, Musuh Besar Para Trader Crypto

Kemudian, untuk menghindari FOMO, analisis tetap harus dilakukan secara pribadi agar tetap sesuai dengan rencana masing-masing.

Penggunaan “uang dingin” dan sangat disarankan agar jika terjadi kerugian, tidak mengganggu kondisi finansial.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.