Taproot, Upgrade Terbesar Bitcoin Baru Saja Terjadi

Rossetti Syarief

16th November, 2021

Upgrade terbesar Bitcoin dalam empat tahun, baru saja diluncurkan dalam jaringan. Ini adalah momen konsensus yang langka di antara para stakeholder.

Upgrade yang dimaksud adalah upgrade Taproot. Taproot baru bisa diluncurkan setelah mendapat persetujuan dari penambang Bitcoin di seluruh dunia. 

Meskipun sebagian komunitas Bitcoin setuju untuk mengunci upgrade tersebut sejak bulan Juni, peluncuran Taproot baru dieksekusi pada November. 

Penundaan dilakukan untuk memberikan waktu yang cukup ketika melakukan pengujian, serta mengoptimalkan kemungkinan terjadi kesalahan.

Timeline Pengajuan Proposal Taproot hingga Resmi Diluncurkan


Upgrade Taproot mengumpulkan tiga proposal pemutakhiran terpisah, yaitu upgrade privacy, smart contract, serta menekan jaringan agar biaya yang dikeluarkan lebih murah.

Dan berikut ini adalah penjabaran dari upgrade Taproot yang telah terjadi.

Upgrade Privacy

Salah satu tujuan dari upgrade Taproot adalah untuk meningkatkan privasi dari transaksi penggunanya.

Untuk melakukan ini, cryptocurrency menggunakan sesuatu yang disebut ‘Elliptic Curve Digital Signature Algorithm’, yang diartikan sebagai algoritma dalam pembuatan tanda tangan digital dengan menggunakan analogi kurva elips.

Signature Algorithm versi Taproot mengubah namanya menjadi Schnorr. Schnorr yang nantinya membuat transaksi multi-signature tidak dapat dibaca, untuk memperkuat keamanan wallet.

Schnorr memproses signature menggunakan private key untuk mengontrol Bitcoin wallet.

Peran upgrade Taproot di sini adalah untuk memastikan aset Bitcoin hanya dapat digunakan oleh pemilik sah.

Smart Contract

Perubahan paling penting dari Taproot adalah potensi smart contract. Dan peran Schnorr yang tadi, membantu pengguna Bitcoin untuk mengeksekusi smart contract yang lebih kompleks daripada yang digunakan saat ini.

Ini adalah pengaruh besar, karena salah satu perbedaan utama antara Bitcoin dan blockchain yang lebih baru seperti Ethereum, adalah kemampuannya mengoptimalkan penggunaan smart contract.

Upgrade ini akan mengarah pada peningkatan aplikasi Bitcoin sehari-hari, karena smart contract secara teoritis memang dapat digunakan untuk hampir semua jenis transaksi.

Saat ini, smart contract sudah dapat dibuat baik di lapisan protokol inti Bitcoin atau melalui Lightning Network, sebuah platform pembayaran yang dibangun di atas Bitcoin yang membantu transaksi dengan instan. 

Smart contract yang dieksekusi di Lightning Network biasanya menghasilkan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah.

Sudah banyak pengembang yang mulai membangun Lightning untuk mengantisipasi upgrade seperti ini.

Transaksi Lebih Murah

Pembaruan Schnorr juga mempengaruhi pengurangan jumlah data yang diperlukan untuk transaksi multi-signature, karena sebelum diperbarui proses yang dilalui lebih rumit.

“Dengan lebih sedikit data yang terlibat, transaksi akan menjadi lebih hemat energi dan waktu.” Ungkap Tyrone Ross, CEO dari Onramp Invest, sebuah perusahaan yang membantu penasihat manajemen aset digital.

Pada akhirnya, proposal pemutakhiran ini sangat berkaitan. Dengan adanya smart contract, biaya yang dikeluarkan pun lebih rendah dan memperkecil ukuran di dalam blockchain.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik