Berita Exchange · 8 min read

Surat Akhir Tahun Co-CEO Binance: Adopsi Kripto Makin Mainstream, Likuiditas Terkonsentrasi

Kamis, 08 Januari 2026
binance
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Menjelang akhir 2025, Co-CEO Binance Yi He dan Richard Teng merilis surat terbuka yang ditujukan kepada lebih dari 300 juta pengguna global. Surat ini berfungsi sebagai ringkasan posisi Binance di industri aset kripto sepanjang 2025, dengan penekanan pada capaian operasional, skala aktivitas, serta perkembangan regulasi dan keamanan.

Dalam surat yang dirilis pada 31 Desember 2025, Binance menyampaikan sejumlah data kinerja sepanjang 2025. Total volume perdagangan yang tercatat mencapai US$34 triliun atau sekitar Rp569 ribu triliun. Aset pengguna yang dikelola dan diverifikasi melalui mekanisme Proof of Reserves (PoR) tercatat sebesar US$162,8 miliar atau sekitar Rp2.727 triliun. Binance juga mencatat bahwa hampir 50 persen perdagangan global Bitcoin dan Ethereum berlangsung di platformnya, dengan jumlah pengguna aktif yang melampaui 300 juta akun secara global.

Binance menilai capaian 300 juta pengguna sebagai indikator meluasnya penggunaan aset kripto secara global. Angka tersebut setara dengan sekitar satu dari setiap 27 orang di dunia yang tercatat menggunakan Binance. Dalam konteks industri, Binance melihat kondisi ini sebagai sinyal bahwa aset kripto semakin bergerak keluar dari fase awal dan mulai digunakan oleh basis pengguna yang lebih luas, termasuk di luar komunitas teknologi dan keuangan awal.

“Saat ini, sekitar satu dari setiap 27 orang di dunia menggunakan Binance dalam aktivitas aset kripto mereka. Aset digital tidak lagi terbatas pada komunitas teknologi atau segmen keuangan tertentu, tetapi mulai menjadi bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari,” ujar Yi He dan Richard Teng.

Co-CEO Binance Yi He dan Richard Teng. Sumber: Binance

Menurut Binance, proses adopsi ini tidak berlangsung secara linear. Industri kripto dinilai telah melewati fase eksperimental dan mulai berkembang sebagai infrastruktur keuangan digital yang digunakan oleh individu maupun institusi dalam skala besar.

Baca juga: Binance Rilis Laporan Year in Review 2025, Rangkum Aktivitas Pengguna Sepanjang Tahun

Dominasi Likuiditas dan Aktivitas Trading Binance

Sepanjang 2025, hampir setengah dari total volume perdagangan global Bitcoin dan Ethereum tercatat terjadi di Binance. Total volume perdagangan produk Binance mencapai US$34 triliun, yang mencerminkan tingkat aktivitas dan likuiditas pasar selama periode volatilitas tinggi.

Binance juga mencatat bahwa lebih dari 60 persen transaksi on-chain arus utama dilakukan melalui Binance Wallet. Dalam kondisi pasar yang bergerak cepat, likuiditas cenderung terkonsentrasi pada platform dengan volume dan kedalaman pasar yang besar. Binance menilai konsentrasi ini sebagai hasil dari perilaku pasar dan preferensi pengguna.

Surat akhir tahun tersebut juga menyoroti meningkatnya keterlibatan pengguna ritel dan institusi. Sepanjang 2025, volume perdagangan ritel di Binance tumbuh 125 persen secara tahunan, sementara volume perdagangan institusional meningkat 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hal ini menunjukkan adanya minat yang sejalan antara pengguna ritel dan institusi. Aktivitas tersebut kemudian tercermin pada konsentrasi likuiditas di pasar dengan kedalaman tertinggi, yang sepanjang 2025 banyak terjadi di Binance,” tambah Yi He dan Teng.

Binance turut menyinggung kinerja Alpha 2.0, platform yang mengintegrasikan pengalaman Web3 ke dalam exchange. Sepanjang 2025, Alpha 2.0 mencatat volume perdagangan lebih dari US$1 triliun, dengan 17 juta pengguna dan distribusi airdrop senilai US$782 juta. Binance mencatat bahwa batas antara layanan terpusat dan terdesentralisasi semakin berkurang, seiring meningkatnya fokus pengguna pada kemudahan akses dan efisiensi.

Baca juga: Binance Tembus 300 Juta Pengguna Global, Ini Rahasianya

Fokus pada Keamanan dan Kepatuhan

Dari sisi keamanan dan kepatuhan, Binance melaporkan bahwa total aset pengguna yang dikelola dan diverifikasi melalui Proof of Reserves mencapai US$162,8 miliar. Binance juga menyebut telah memperoleh 29 sertifikasi keamanan dan kepatuhan global, termasuk ISO 27001, ISO 42001, PCI-DSS, serta SOC 1 dan SOC 2.

Binance menyatakan telah mendapatkan regulasi penuh dari Financial Services Regulatory Authority di Abu Dhabi Global Market. Pada periode 2023 hingga 2025, Binance mengklaim berhasil menurunkan eksposur terhadap aktivitas ilegal sebesar 96 persen.

Sistem keamanan berbasis AI dan manajemen risiko internal disebut mampu mencegah potensi kerugian penipuan senilai US$6,7 miliar yang berdampak pada lebih dari 5,4 juta pengguna. Tingkat keberhasilan serangan phishing juga dilaporkan turun menjadi 0,4 persen, dengan pemulihan dana sebesar US$11,7 juta untuk korban penipuan eksternal.

Dalam surat tersebut, Binance menilai pasar aset kripto mulai bergerak dari fase ekspansi yang tidak pasti menuju arah pertumbuhan yang lebih terstruktur. Faktor pendorong ke depan dinilai tidak lagi bertumpu pada sentimen, tetapi pada partisipasi institusi, aliran modal berskala besar, serta pengembangan aplikasi berbasis blockchain untuk kebutuhan enterprise.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan investasi pada keamanan, kepatuhan, dan edukasi. Upaya ini mencakup pengembangan sistem keamanan berbasis AI, program literasi keuangan generasi baru melalui Binance Junior, serta dukungan berkelanjutan Binance Charity untuk inklusi keuangan global,” pungkas Yi He dan Richard Teng.

Baca juga: Binance Salurkan Bantuan Rp4 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.