Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Supermarket di Belanda Mengadopsi Blockchain, Proses Produksi Menjadi Transparan

Aulia Medina     Wednesday, September 26 2018

Albert Heijn, ritel supermarket terbesar di Belanda, telah mengungkap penggunaan blockchain untuk membuat proses produksi jus jeruk mereka transparan, seperti dilaporkan oleh International Supermarket News (21/9).

Albert Heijn dilaporkan akan merilis sitem blockchain baru bermitra dengan pemasoknya, Refresco. Untuk mendapatkan informasi mengenai sumber dari produk berkelanjutan dari Albert Heijn, konsumen bisa memindai QR code pada kemasan jus jeruk yang akan melacak semua proses produksi dari Brazil hingga ke Belanda.

Sistem juga menyimpan data yang memperlihatkan tingkat kualitas dan keberlanjutan dari berbagai produsen penghasil, juga informasi mengenai buah-buahan termasuk waktu panen dan intensitas kemanisan buah. Konsumen juga bisa memberikan tip pada para petani dengan menggunakan pilihan “Like2Farmer”.

Baca juga artikel terkait: Wow! Inggris Akan Mensponsori Startup Blockchain

Direktur Komersial Albert Heijn, Marit van Egmond, menyatakan: “Kami ingin membuat kontribusi aktif akan isu yang penting bagi konsumen kami, dengan membuat produk lebih sehat, mengurangi sampah makanan, dan membatasi dampak yang kami lakukan pada lingkungan. Transparansi dalam ritel menjadi sangat penting.”

Seperti dilaporkan, teknologi blockchain telah mendapatkan daya tarik pada industri makanan global.

Pada Juni, pemerintah negara bagian Kerala di India Selatan mengumumkan akan menggunakan teknologi ini untuk pasokan dan distribusi makanan, mengingat sistem blockchain juga mengatur jaringan pasokan untuk produk susu, sayuran, dan ikan menjadi lebih efisien. Pada bulan yang sama, Microsoft mengungkapkan kemitraan baru untuk mengembangkan platform pelacak berbasis blockchain untuk mengamankan pelacakan dan visibilitas antara rantai pemasok.

Pada April, ritel raksasa AS, Walmart, mengumumkan akan menggunakan blockchain dalam bisnis makanan hidup. Bersama dengan IBM, perusahaan ini telah mengembangkan sistem yang akan mengurangi sampah makanan dan juga meningkatkan manajemen dan transparansi dari kontaminasi.

Sumber: Cointelegraph