Berita Bitcoin · 8 min read

Strategy Catat Kepemilikan 709.715 Bitcoin

Rabu, 21 Januari 2026
Michael Saylor
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Strategy, perusahaan cadangan Bitcoin yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, kembali memperbesar kepemilikan aset kriptonya dengan membeli tambahan 22.305 Bitcoin senilai sekitar US$2,13 miliar atau setara Rp36 triliun. Akuisisi ini menjadi pembelian mingguan terbesar perusahaan dalam lebih dari satu tahun terakhir dan mendorong total kepemilikan Strategy melampaui 700.000 BTC.

Dalam unggahan di platform X pada Selasa (20/1/2026), Chairman Strategy Michael Saylor menyampaikan bahwa pembelian tersebut dilakukan pada periode 12–19 Januari 2026 dengan harga rata-rata US$95.284 per Bitcoin. Dengan transaksi terbaru ini, total kepemilikan Strategy kini mencapai 709.715 BTC.

Saylor menambahkan bahwa seluruh Bitcoin tersebut diperoleh dengan harga rata-rata US$75.979 per BTC, dengan total biaya akumulasi sekitar US$53,9 miliar atau setara Rp873 triliun, termasuk biaya dan pengeluaran terkait. Berdasarkan data BitcoinTreasuries, nilai kepemilikan Bitcoin Strategy saat ini diperkirakan mencapai US$63,7 miliar atau sekitar Rp1.080 triliun.

Jumlah Bitcoin yang dikuasai Strategy setara dengan lebih dari 3,3 persen dari total suplai maksimum Bitcoin sebanyak 21 juta BTC. Posisi ini semakin mengukuhkan Strategy sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Baca juga: Strategy Kini Kuasai 650.000 Bitcoin

Pendanaan Lewat Strategy Penggalangan Dana

Pendanaan untuk pembelian terbaru ini berasal dari hasil penjualan saham biasa Kelas A (MSTR) serta penerbitan dan penjualan saham preferen perpetual milik perusahaan, yakni STRK dan STRC. Dalam periode tersebut, Strategy tercatat menjual sekitar 10,39 juta lembar saham MSTR dengan nilai mencapai US$1,83 miliar.

Hingga 19 Januari 2026, Strategy masih memiliki kapasitas penerbitan saham MSTR senilai US$8,43 miliar melalui skema penjualan pasar terbuka yang sedang berjalan. Selain itu, perusahaan juga menjual saham preferen STRK senilai sekitar US$3,4 juta serta STRC sebesar US$294,3 juta.

Berbagai instrumen saham preferen tersebut menjadi bagian dari strategi pendanaan agresif Strategy dalam mengakumulasi Bitcoin, sekaligus melengkapi rencana penggalangan dana jangka panjang bertajuk “42/42 Plan”. Program ini menargetkan total penggalangan modal hingga US$84 miliar melalui penerbitan saham dan obligasi konversi hingga 2027, meningkat dua kali lipat dari target awal sebesar US$42 miliar.

Akuisisi terbaru ini juga tercatat sebagai pembelian mingguan terbesar Strategy sejak November 2024, ketika perusahaan memborong 55.500 BTC dalam satu pekan. Sementara itu, pembelian terakhir di atas 22.000 BTC sebelumnya terjadi pada Maret 2025, meskipun dengan volume yang lebih kecil dibandingkan transaksi terkini.

Di tengah ekspansi agresif Strategy, data BitcoinTreasuries menunjukkan bahwa saat ini terdapat 194 perusahaan publik yang mengadopsi strategi kepemilikan Bitcoin sebagai bagian dari neraca keuangan mereka. Sejumlah nama besar seperti MARA, Metaplanet, Riot Platforms, Coinbase, Hut 8, dan CleanSpark berada di jajaran sepuluh besar pemegang Bitcoin korporasi.

Baca juga: 7 Tokoh Kripto Terkaya di Dunia

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.