Berita Industri · 5 min read

Stablecoin Ethena dan BlackRock Catatkan TVL US$65 Juta di Hari Pertama

Rabu, 18 Desember 2024
stablecoin
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Stablecoin baru yang diluncurkan perusahaan keuangan Ethena Labs bersama BlackRock BUIDL Fund, USDtb, pada Senin (16/12/2024) berhasil mencatatkan total value locked (TVL) sebesar US$65,4 juta atau sekitar Rp1 triliun pada pembukaan perdagangan hari pertama.

Tingginya TVL ini membuat salah satu pendiri perusahaan riset dan pengembangan blockchain Delphi Labs, Jose Maria Macedo, memperkirkan USDtb akan menjadi produk treasury token terbesar dalam waktu satu bulan setelah peluncuran.

Stablecoin USDtb tersebut akan berfungsi mirip dengan Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) karena didukung oleh kas atau setara kas dengan rasio 1:1 dan dapat membantu pemegang produk unggulan Ethena, USDe, “menghadapi kondisi pasar yang sulit” karena pihak Ethena dapat menutup posisi lindung nilai yang mendasari USDe dan mengelokasikan aset pendukungnya ke USDtb.

Baca juga: BUIDL BlackRock Dominasi Tokenisasi Pasar RWA

Latar Belakang dan Masa Depan USDtb

USDtb juga didukung 90% oleh USD Institutional Digital Liquidity Fund milik BlackRock yang bermitra dengan perusahaan tokenisasi blockchain Securitize.

Sebelum dirilis bulan ini, USDtb sendiri diberi lampu hijau setelah disetujui oleh Komite Risiko Ethena pada akhir September.

Nantinya USDtb menurut Kepala Pertumbuhan Ethena, Seraphim Czecker, memiliki potensi untuk berkembang hingga US$100 miliar atau sekitar Rp1.606 triliun karena perusahaan sekarang dapat secara efektif mengalokasikan modal dalam lingkungan bearish dengan “menciptakan ‘floor’ APY di sekitar rate T-Bill.

Hal ini ditambah dengan fakta smart contract USDtb kini telah melewati tiga audit penuh dari perusahaan audit Pashov, Quantstamp, dan Cyfrin pada bulan Oktober tanpa ada temuan tingkat tinggi atau menengah.

Belum lagi jika disahkannya undang-undang stablecoin di AS, diperkirakan kapitalisasi pasar stablecoin yang baru-baru ini melampaui US$200 miliar atau sekitar Rp3.212 triliun, akan berlipat ganda menjadi US$400 miliar atau sekitar Rp6.424 triliun pada tahun 2025.

Baca juga: Top 10 Stablecoin USD Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
rifqaiza

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.