Sponsy, Proyek Blockchain yang Dijual Di eBay

Aulia Medina

28th March, 2019

Pendiri startup yang tak pernah meluncurkan initial coin offering (ICO) mencoba untuk menjual proyeknya di eBay seharga $60,000, hal ini diketahui karena adanya iklan penawaran dalam situs e-commerce yang berakhir pada 29 Maret nanti.

Startup Sponsy

Startup tersebut diberi nama “Sponsy,” dijelaskan sebagai proyek blockchain yang benar-benar dipersiapkan untuk meluncurkan ICO dan security token offerings (STO). Penulis dari penawaran tersebut mengklaim bahwa proyek tersebut diaudit oleh perusahaan investasi dan disetujui oleh bankir investasi. Selain itu, iklan tersebut menyatakan bahwa solusi yang dikembangkan oleh Sponsy mematuhi peraturan Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Sebagai tambahan, proyek tersebut mengklaim memiliki “solid social presence,” dengan lebih dari 10,000 like di Facebook dan 8,000 subscriber di Twitter. Tetapi, halaman Twitternya hanya update dua kali dalam sebulan semenjak perusahaan tersebut mengumumkan penjualan terakhir tokennya pada akhir Desember lalu, dan postingan tersebut memiliki rata-rata 10 like. Sponsy memiliki tampilan yang sama dengan Facebook dengan posting yang dikomentari secara acak oleh beberapa pengguna yang tampaknya adalah bot.

Sponsy juga menyebutkan bahwa mereka terdaftar di pelacak ICO terkenal seperti ICOBench. Namun, terakhir diperingkat 2.9 dengan tidak adanya evaluasi proyek dari para ahli.

Penundaan Peluncuran ICO

The Financial Times (FT) menemui Ivan Komar, pendiri dari Sponsy untuk mencari tahu mengapa ICO masih belum diluncurkan. Komar menjelaskan bahwa perusahaan tersebut melewatkan hype ICO di 2017 dan akhirnya tidak ada yang tertarik dengan tokennya di 2019.

Baca juga: 95% Perdagangan Bitcoin Palsu?

Menurut Komar, Pengacaranya merekomendasikan untuk dia mengembangkan produk itu terlebih dahulu daripada meluncurkan ICO, sebuah keputusan yang akhirnya Komar sesali sekarang.

“Kami tidak akan mencoba untuk membangun produk terlebih dahulu, kami akan mencoba untuk mengelola penjualan token sesegera mungkin, untuk terjun ke dunia crypto dan mendapatkan yang sebanyak mungkin sebelum membangun produk apa pun. Dan itulah yang perusahaan lain lakukan.”

Namun, Komar percaya bahwa proyek tersebut bisa sukses terjual, khususnya dikarenakan fakta bahwa bagian crypto dapat dengan mudah dihapus. Dia juga mengakui bahwa “persetujuan” institusional adalah pernyataan yang cukup kuat:

“Ini mungkin terdengar melebih-lebihkan. Kami memang memiliki firma hukum yang berbasis di Inggris yang menjalankan semacam audit proyek kami, dan menilainya, dan nilai yang kami dapat sangat tinggi dan resiko yang kami dapat cukup rendah.”

Popularitas yang berlebihan ICO di 2017 dan awal 2018 menjelaskan bagaimana boomingnya industri crypto tapi sekarang banyak ahli percaya bahwa ICO sudah mulai meredup. Selama Q3 2018 dari Juli ke September 2018 pendanaan ICO secara keseluruhan telah turun 48 persen.

Sumber