Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 6 min read

Solana Mobile mulai mendistribusikan token SKR kepada pengguna ponsel Seeker. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Solana Mobile untuk menghubungkan langsung insentif aset kripto dengan adopsi perangkat mobile berbasis Web3.
Airdrop token SKR mulai berlangsung pada Rabu (21/1/2026). Distribusi ini menjadi fondasi awal bagi ekosistem Seeker, smartphone generasi kedua Solana Mobile yang diposisikan sebagai penerus lebih matang dari ponsel Web3 pertamanya, Saga. Berbeda dari pendahulunya, Seeker dirancang sebagai platform mobile yang lebih terintegrasi, menggabungkan aplikasi onchain, insentif ekonomi, serta partisipasi komunitas dalam satu ekosistem.
Token SKR memiliki total suplai tetap sebanyak 10 miliar unit. Distribusinya difokuskan untuk mendorong pertumbuhan pengguna dan memperkuat ekosistem Seeker. Sebanyak 30 persen dari total suplai dialokasikan untuk program airdrop, termasuk distribusi awal kepada pengguna Seeker yang memenuhi syarat serta pengembang aplikasi. Selain itu, 25 persen disiapkan untuk inisiatif pertumbuhan dan kemitraan, sementara 10 persen dialokasikan untuk kebutuhan likuiditas dan proses peluncuran.
Sebanyak 10 persen suplai token akan dikelola melalui community treasury untuk mendanai proposal dan pengembangan ekosistem di masa depan. Sisa alokasi dibagi antara Solana Mobile sebesar 15 persen dan Solana Labs sebesar 10 persen.
Penentuan penerima airdrop awal dilakukan berdasarkan snapshot aktivitas onchain yang terhubung dengan perangkat Seeker dan aplikasi-aplikasi di dalam ekosistemnya. Pendekatan ini bertujuan memastikan token didistribusikan kepada pengguna yang benar-benar aktif menggunakan platform.
Baca juga: Solana Mobile Siap Luncurkan Token SKR Januari 2026
Dalam ekosistem Seeker, token SKR berperan dalam mekanisme tata kelola dan staking. Pemegang token dapat mendelegasikan SKR untuk mendukung keamanan dan skalabilitas ekosistem mobile Solana. Selain itu, mereka juga dapat ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, mulai dari kebijakan ekonomi hingga arah pengembangan ekosistem. Pengguna yang melakukan staking berhak memperoleh imbal hasil sebagai insentif keterlibatan jangka panjang.
Untuk mendukung skema tersebut, SKR dirancang dengan mekanisme inflasi linear. Tingkat inflasi ditetapkan sebesar 10 persen pada tahun pertama, kemudian menurun sebesar 25 persen setiap tahun hingga mencapai tingkat akhir 2 persen. Pada fase ini, penerbitan token diharapkan berada pada kondisi stabil guna menjaga keseimbangan antara insentif partisipasi dan keberlanjutan ekosistem.
Peluncuran token SKR menunjukkan pendekatan Solana Mobile yang menempatkan perangkat keras, aplikasi Web3, dan insentif ekonomi sebagai satu kesatuan strategi adopsi, bukan sekadar fitur tambahan dalam ekosistem blockchain.
Baca juga: Solana Bakal Rilis Ponsel Web3 Seeker, Segini Harganya!
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.