Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 7 min read
Solana Foundation dalam proposal yang dirilis 6 Januari, mengajukan rencana menghilangkan hambatan dengan sistem hashing atau proses kriptografi untuk mengubah data menjadi kode 64 karakter standar yang tidak dapat direkayasa.
Sistem hashing “lattice-based” ini untuk melacak status setiap akun pengguna. Pengembang Solana berharap perubahan ini akan mempermudah pelacakan pengguna sekaligus meningkatkan risiko keamanan komputasi kuantum.
Perusahaan riset Republik Labs dalam sebuah posting X mengungkapkan, ini lebih cepat, lebih sederhana, dan menggunakan lebih sedikit sumber daya, sehingga Solana dapat menangani jutaan atau miliaran akun dengan lebih mudah.
Saat ini jaringan Solana harus menghitung ulang status semua akun pengguna secara teratur, yang membutuhkan lebih banyak pekerjaan seiring bertambahnya jumlah pengguna, sehingga lebih sulit untuk ditingkatkan.
Baca juga: Solana vs Ethereum: Persaingan Ketat di Dunia Blockchain
Awalnya, proposal ini muncul beberapa hari setelah pengumuman kepala ilmuwan Zeus Network, Dean Little, tentang ketersediaan brankas tahan kuantum untuk melindungi pengguna dari kemungkinan komputer kuantum dapat memecahkan enkripsi mata uang kripto.
Little menjelaskan dalam sebuah postingan Github pada 3 Januari, meskipun tidak wajib, Solana Winternitz Vaults menghasilkan kunci baru setiap kali transaksi dilakukan.
“Tanda tangan Winternitz hanya untuk sekali pakai,” katanya. “Setiap kali Anda menandatangani sebuah pesan, Anda mengungkapkan ~50% dari kunci pribadi Anda, menurunkan jaminan keamanan Anda sendiri. Itulah mengapa kami menutup dan membuka brankas baru setiap kali melakukan transaksi.”
Kunci baru ini akan mempersulit komputer kuantum untuk menyerang kunci publik dan memecahkan kunci privat, yang tidak mungkin dilakukan dengan komputer saat ini. Namun, komputer kuantum dengan kekuatan seperti itu dikatakan kemunculannya masih satu dekade atau lebih lagi.
Baca juga: Chip Komputer Kuantum IBM, Ancam Kripto?
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.