Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 8 min read

Data terbaru dari Santiment menunjukkan kelompok investor besar yang mencakup whale dan shark, kerap disebut sebagai smart money, tercatat mengakumulasi Bitcoin senilai US$3,2 miliar atau sekitar Rp54,2 triliun dalam kurun sembilan hari terakhir. Pola ini dinilai sebagai sinyal awal potensi penguatan jangka panjang pasar Bitcoin, di tengah tekanan volatilitas jangka pendek.
Dalam unggahan di platform X pada Rabu (21/1/2026), Santiment menyebut kondisi pasar kripto saat ini berada dalam fase yang dinilai “optimal” untuk terjadinya breakout. Kondisi tersebut didorong oleh akumulasi agresif yang dilakukan oleh kelompok whales dan sharks, sebutan untuk wallet yang menyimpan antara 10 hingga 10.000 Bitcoin, di saat investor ritel justru mencatatkan aksi jual.

Sepanjang periode 10 hingga 19 Januari 2026, kelompok wallet besar tersebut tercatat mengoleksi total 36.322 Bitcoin. Dengan harga rata-rata selama periode tersebut, nilai akumulasi mencapai sekitar US$3,21 miliar. Santiment mengategorikan kelompok ini sebagai smart money, yakni investor bermodal besar yang umumnya memiliki orientasi dan strategi jangka panjang terhadap pergerakan pasar.
Sebaliknya, wallet ritel yang memegang kurang dari 0,01 Bitcoin justru melepas sekitar 132 Bitcoin, senilai kurang lebih US$11,66 juta atau sekitar Rp186 miliar, pada periode yang sama. Perbedaan perilaku ini mencerminkan kontras antara pendekatan investor besar dan ritel di tengah tekanan harga dan ketidakpastian pasar.
“Situasi ideal untuk terjadinya breakout kripto biasanya muncul ketika smart money melakukan akumulasi, sementara investor ritel justru melakukan aksi jual,” tulis Santiment. Menurut platform tersebut, di luar faktor geopolitik global, pola ini membentuk long-term bullish divergence yang kerap mendahului pergerakan harga yang lebih kuat.
Baca juga: Bitcoin Pulih ke US$87.000, Cerminkan Pergerakan Emas
Tekanan geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi volatilitas Bitcoin. Sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada Januari 2024, pernyataan terkait kebijakan tarif berulang kali memicu gejolak pasar. Hal serupa kembali terjadi pada awal pekan ini ketika Trump menyampaikan wacana penerapan tarif terhadap delapan negara Eropa, yang dikaitkan dengan agenda klaim wilayah Greenland. Pernyataan tersebut mendorong harga Bitcoin turun hampir 7 persen dalam waktu singkat.
Sementara itu, Santiment mencatat adanya lonjakan signifikan dalam intensitas pembahasan Bitcoin di media sosial, termasuk perbandingan dengan aset lindung nilai tradisional seperti emas dan perak, yang baru saja mencetak rekor harga tertinggi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Di sisi lain, sejumlah indikator menunjukkan bahwa sentimen pasar kripto secara keseluruhan masih berada dalam fase kehati-hatian dan tetap sangat terfokus pada Bitcoin.

Indeks Crypto Fear & Greed tercatat berada di level 24, yang mengindikasikan kondisi “extreme fear” atau ketakutan pasar.
Baca juga: Indeks Kripto Kembali ke Zona Rakus untuk Pertama Kali dalam Tiga Bulan
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.