Siemens Mengembangkan Teknologi Blockchain di Sektor Energi

Dhila Rizqia

5th May, 2021

Dua divisi energi dari raksasa teknologi asal Jerman, Siemens, bekerjasama dengan platform energi berbasis blockchain untuk mempromosikan penggunaan teknologi desentralisasi dalam sektor energi (21/11).

Menurut Siemens, departemen Layanan Manajemen Energi dan perangkat pembangkit listrik mereka bekerja sama dengan platform blockchain open-source, Energy Web Foundation (EWF). EWF didirikan pada 2017 untuk mengembangkan peraturan, operasional, dan solusi pasar untuk sektor energi.

Siemens juga menganggap bahwa teknologi blockchain akan membantuk meningkatkan interoperabilitas dalam area ini, menghubungkan konsumen dengan penyedia energi dan operator network. Selain itu, teknologi bisa membantu meningkatkan efisiensi dari sistem energi dan memungkinkan bentuk baru dari pendanaan project.

Artikel terkait: Yuk, Kenalan dengan Poseidon Foundation

Dalam rilisnya disebutkan bahwa Siemens telah menggunakan blockchain dalam solusi pengaturan microgrid untuk optimasi pengaturan dalam pemakaian energi. Sebacai contoh pada 2016, perusahaan asal Jerman ini bekerjasama dengan startup AS, LO3 Energy, untuk mengembangkan microgrid yang memungkinkan trading lokal antara konsumen dan produsen energi dalam platform blockchain. Solusi ini telah diuji coba di Brooklyn, New York, yang diaktifkan untuk mengembalikan kelebihan listrik ke jaringan lokal dan menerima pembayaran dari pembeli.

Bagian pembiayaan perusahaan Siemens, Siemens Financial Services (SFS), berpartisipasi dalam pilot blockchain pada Agustus untuk jaminan bank menggunakan teknologi Corda R3. Teknologi ini dirilis oleh perbankan multinasional di Inggris dan perusahaan layanan pembiayaan, Standard Chartered (SC).

Blockchain secara aktif diuji coba oleh beberapa pemain besar dalam sektor industri energi di berbagai negara. Misalnya, perusahaan utilitas asal Singapura, SP Group, yang menyediakan transmisi elektronik dan gas di Singapura. Mereka merilis sebuah marketplace blockchain untuk jual-beli energi solar. Selain itu, penyedia energi terbesar di Korea Selatan, KEPCO, akan menggunakan blockchain dan solusi energi inovatif lainnya untuk mengembangkan sebuah microgrid ramah lingkungan.

Sumber: Cointelegraph

Dhila Rizqia

Dhila seorang lulusan studi komunikasi dan media yang memiliki ketertarikan besar pada dunia investasi khususnya bitcoin dan cryptocurrency.

Dhila seorang lulusan studi komunikasi dan media yang memiliki ketertarikan besar pada dunia investasi khususnya bitcoin dan cryptocurrency.