Stablecoin · 7 min read

Sembilan Bank Eropa Bersatu Terbitkan Stablecoin Euro Sesuai Aturan MiCA

Jumat, 26 September 2025
regulasi
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Sembilan bank besar Eropa resmi bergabung untuk meluncurkan stablecoin berbasis euro yang akan beroperasi di bawah regulasi Markets in Crypto Assets (MiCA) Uni Eropa.

Menurut laporan CoinDesk pada Kamis (25/9/2025), stablecoin ini akan memanfaatkan teknologi blockchain untuk menghadirkan instrumen pembayaran digital yang andal dan berpotensi menjadi standar baru pembayaran di Eropa.

Daftar bank yang tergabung dalam konsorsium ini meliputi ING, Banca Sella, KBC, Danske Bank, DekaBank, UniCredit, SEB, CaixaBank, dan Raiffeisen Bank International.

Baca juga: Pasar Stablecoin Berpotensi Tembus Rp67.100 Triliun di 2030

Jadi Alternatif Dominasi Dolar AS

Inisiatif ini disebut sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian kawasan Eropa dalam sektor keuangan digital, sekaligus menghadirkan alternatif nyata di tengah dominasi stablecoin berbasis dolar AS.

Stablecoin tersebut dirancang mendukung transaksi lintas negara dengan biaya rendah dan kecepatan hampir seketika, tersedia 24 jam penuh, serta dilengkapi fitur pembayaran terprogram, efisiensi rantai pasok, hingga penyelesaian aset digital yang lebih transparan.

Konsorsium bank telah mendirikan perusahaan baru di Belanda yang akan mengajukan izin sebagai lembaga uang elektronik, di bawah pengawasan bank sentral Belanda. Stablecoin ini ditargetkan mulai diterbitkan pada paruh kedua 2026, dengan opsi terbuka bagi bank lain yang ingin bergabung ke dalam inisiatif.

Konsorsium bank juga telah mendirikan perusahaan baru di Belanda yang akan mengajukan izin sebagai lembaga uang elektronik di bawah pengawasan bank sentral Belanda. Stablecoin ini ditargetkan mulai diterbitkan pada paruh kedua 2026, dengan peluang terbuka bagi bank lain yang ingin bergabung dalam inisiatif.

Selain itu, setiap bank anggota dapat menawarkan layanan tambahan seperti wallet stablecoin maupun layanan kustodian aset.

“Pembayaran digital menjadi kunci bagi ekosistem euro di era baru infrastruktur keuangan. Teknologi blockchain memungkinkan efisiensi, transparansi, dan penyelesaian lintas mata uang secara instan. Kami percaya inisiatif ini membutuhkan pendekatan industri secara luas, dengan standar yang seragam antarbank,” ujar Floris Lugt, Head of Digital Assets ING sekaligus perwakilan publik konsorsium.

Baca juga: Tiongkok Terbitkan Stablecoin Berbasis Yuan Pertama di Dunia

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.