Ripple Bermitra dengan University of Tokyo

By febrian surya     Thursday, August 1 2019

Perusahaan raksasa cryptocurrency Ripple telah bermitra dengan Kyoto University dan University of Tokyo sebagai bagian dari University Blockchain Research Initiative (UBRI). Ripple mengumumkan kemitraan barunya di Jepang dalam siaran pers pada 30 Juli.

Emi Yoshikawa, direktur senior operasi global di Ripple, mencatat bahwa ada minat yang tinggi terhadap Blockchain dalam bidang akademisi di Jepang:

“Jepang dengan cepat menjadi kekuatan utama dalam aset kripto dan Blockchain. Wilayah ini selalu mahu berpikir dan mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan sistem keuangan saat ini. Kami telah melihat minat yang tinggi dari komunitas akademik pada topic seputar Blockchain dan crypto. Ripple berkomitmen untuk melibatkan dan menginspirasi siswa untuk menjadi bagian dari tenaga kerja di masa depan, di berbagai bidang seperti Blockchain, komputasi terdistribusi, perbankan dan fintech.”

Universitas Tokyo dilaporkan akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang melakukan penelitian Blockchain, dan departemen ekonomi dari Universitas Tokyo juga akan menyelenggarakan seminar publik tentang Blockchain dan bagaimana cara Blockchain dalam menyelesaikan masalah yang saat ini terjadi.

Profesor ekonomi universitas juga terlibat dalam penelitian tentang sistem keuangan yang berkembang saat ini, serta kerangkan kerja untuk regulasi dan pengawasan untuk aset kripto dan teknologi Blockchain.

Bahkan mahasiswa pascasarjana di Universitas Kyoto saat ini sedang melakukan penelitian Blockchain di berbagai bidang seperti pengiriman uang oleh pekerja migran, manajemen identitas digital untuk pengungsi dan manajemen rantai pasokan.

Inisiatif Penetian Blockchain Universitas

Nantinya Ripple bermitra dengan University of Tokyo, pihak Ripple akan memberikan dan menyediakan pelatihan dan sumber daya keuangan, serta sumber daya teknis untuk mendukung penelitian. University Blockchain Research Initiative (UBRI) kini telah bermitra dengan 33 universitas.

Ripple mengungkapkan bahwa pihaknya meyakini permintaan akan solusi teknologi kian meningkat ketika pesatnya globalisasi dan berharap dengan adanya kerja sama Ripple dan universitas ini, hal ini dapat membantu perusahaan untuk menemukan insinyur-insinyur baru dan ahli-ahli pada bidang Blockchain.

“Pada industri dewasa ini, komunitas akademik memaikan peran penting dalam membukan jalan bagi perusahaan dan pengusaha inovatif yang memanfaatkan teknologi Blockchain dan aset digital,” kata Eric van Miltenburg, wakil presiden senior operasi global di Ripple.

Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, Institute for Fintech Research di Beijing’s Tsinghua University bermitra dengan UBRI pada Januari. Universitas meluncurkan Program Beasiswa Teknologi Penelitian Blockchain, sebuah program yang dirancang untuk meneliti peraturan Blockchain global serta pengembangan industri.

Sumber